Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Situasi Genting, Badan Intelijen China Siapkan Hadiah Rp217 Juta, Ini Kriterianya

Situasi Genting, Badan Intelijen China Siapkan Hadiah Rp217 Juta, Ini Kriterianya Kredit Foto: Reuters/Damir Sagolj
Warta Ekonomi, Beijing -

Kementerian Keamanan Negara China (MSS) mengeluarkan regulasi tentang pemberian hadiah maksimal 100.000 yuan atau sekitar Rp217 juta kepada warga yang bersedia menjadi informan alias cepu terkait aktivitas yang membahayakan keamanan nasional.

Dalam regulasi yang dipublikasikan secara luas pada Senin (6/6/2022) itu, badan intelijen sipil itu menjelaskan secara spesifik mengenai situasi, metode, standar, dan prosedur pemberian hadiah tersebut sesuai dengan Undang-Undang Keamanan Nasional, Undang-Undang Anti-Spionase, dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Baca Juga: China Tutup LCS, Penerobos Bakal Berhadapan dengan Tentara Pembebasan Rakyat

Salah seorang direktur MMS yang dikutip media setempat mengungkapkan bahwa keamanan nasional China sedang menghadapi tantangan yang sangat kompleks karena agen intelijen dan kekuatan asing sedang mengintensifkan aktivitasnya dalam menginfiltrasi dan mencuri rahasia negara.

Direktur tersebut menambahkan bahwa warga di seluruh pelosok daratan China secara aktif telah melaporkan segala situasi yang membahayakan keamanan negara kepada otoritas setempat dalam beberapa tahun terakhir, telah berperan penting dalam penindakan terhadap aktivitas yang mengganggu keamanan, dan mencegah segala risiko keamanan.

Warga yang laporannya memenuhi syarat spesifik akan mendapatkan hadiah 100.000 yuan.

Untuk mendapatkan uang sebesar itu, warga setempat harus memberikan laporan secara detail tentang ancaman terhadap keamanan nasional, situasi yang belum diketahui oleh agen MSS, dan laporannya benar-benar bernilai.

Dalam regulasi yang baru dirilis MSS itu juga tercantum tata cara pelaporan, termasuk nomor telepon hotline MSS, alamat situs resmi, alamat surat, atau alamat kantor.

Saat melapor, warga diminta menggunakan nama dan identitas asli dengan jaminan dijaga kerahasiannya, demikian bunyi regulasi MSS yang beredar luas di China.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan