Kredit Foto: BRJ
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia ke Iran pada Januari 2026 tercatat sebesar US$18,5 juta. Komoditas utama yang diekspor didominasi kelompok buah-buahan (HS08) senilai US$9,1 juta.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan selain buah-buahan, ekspor terbesar berikutnya ke Iran berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15) sebesar US$2,1 juta, serta kendaraan dan bagiannya (HS87) senilai US$2,0 juta.
“Ekspor Indonesia ke Iran pada Januari tahun 2026 sebesar 18,5 juta dolar AS dengan tadi komoditas utamanya buah-buahan,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari Iran pada periode yang sama juga didominasi buah-buahan (HS08) sebesar US$2,0 juta atau sekitar 94,07% dari total impor.
“Impor Indonesia dari Iran yaitu berupa buah-buahan HS08,” kata dia.
Komoditas terbesar berikutnya adalah mesin dan peralatan mekanik beserta bagiannya (HS84) senilai US$113,4 ribu atau sekitar 5,30%.
Baca Juga: BPS Kaji Dampak Perdagangan RI jika Jalur Selat Hormuz Terganggu
Baca Juga: Pasar Modal RI Tertekan Konflik AS-Iran, Memicu Modal Asing Kabur
Baca Juga: Dampak Perang AS–Iran, 58.873 Jemaah Umrah RI di Arab Saudi Terpengaruh
Sepanjang 2025, nilai impor nonmigas Indonesia dari Iran tercatat sebesar US$8,4 juta. Komoditas utama masih didominasi buah-buahan senilai US$5,9 juta, diikuti besi dan baja sebesar US$0,8 juta serta mesin dan peralatan mekanis senilai US$0,7 juta.
Di sisi lain, total ekspor nonmigas Indonesia ke Iran sepanjang 2025 mencapai US$249,1 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi buah-buahan sebesar US$86,4 juta, kendaraan dan bagiannya senilai US$34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$22 juta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: