Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waspada! Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Kesehatan Global akibat Kelangkaan Pangan

Waspada! Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Kesehatan Global akibat Kelangkaan Pangan Kredit Foto: AP Photo/Bernat Armangue
Warta Ekonomi, Washington -

Seorang tokoh kesehatan global terkemuka memperingatkan meningkatnya kelangkaan pangan. Ini berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan yang sama bagi dunia seperti pandemi Covid-19.

Dilansir dari Reuters, naiknya harga pangan dan energi, sebagian dipicu oleh perang di Ukraina, dapat membunuh jutaan orang, baik secara langsung maupun tak langsung. Peringatan ini disampaikan oleh Peter Sands, direktur eksekutif Dana Global untuk Pemberantasan AIDS, TBC, dan Malaria, pada Selasa (7/6/2022).

Baca Juga: Dicap Biang Kerok Kesengsaraan Rakyat Palestina, Israel Malah Ngamuk-ngamuk

"Kekurangan pangan terjadi dalam 2 cara. Pertama, terjadi tragedi di mana orang-orang benar-benar mati kelaparan. Kedua, lebih banyak orang akan mengalami kekurangan gizi, sehingga mereka lebih rentan terserang penyakit yang ada," terangnya.

Menurutnya, seharusnya tak ada kesalahan 'klasik' dalam upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan pandemi dengan hanya memikirkan krisis yang menyerupai ancaman terbaru yang dihadapi dunia. 

"Ini tak terdefinisi dengan baik, seperti sejumlah patogen yang muncul dengan gejala baru yang khas. Tapi itu bisa sama mematikannya," sambungnya.

WHO memperkirakan 15 juta orang diyakini telah meninggal akibat Covid-19.

Menurut Sands, diperlukan investasi untuk memperkuat sistem kesehatan guna membantu mempersiapkan dampak kelangkaan pangan, yang merupakan bagian dari tanggung jawab Dana Global.

Organisasi yang berbasis di Jenewa ini bermaksud mengumpulkan USD 18 miliar (Rp260 triliun) untuk meningkatkan sistem kesehatan, memerangi AIDS, TBC, dan malaria, serta membalikkan kemunduran yang disebabkan oleh pandemi. Mereka telah meningkatkan targetnya lebih dari sepertiga untuk 2024-2026.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan