Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

FPI-HTI Terang-terangan Dukung Anies Jadi Presiden, Pengamat Nyamber, Umar Borok Lawan Politik Anies Terang Benderang

FPI-HTI Terang-terangan Dukung Anies Jadi Presiden, Pengamat Nyamber, Umar Borok Lawan Politik Anies Terang Benderang Kredit Foto: Instagram/Ujang Komarudin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Politik Universtias Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menuding deklarasi mendukung Anies Baswedan menjadi Presiden RI yang dilakukan kelompok yang mengatasnamakan FPI reborn dan Majelis Sang Presiden Kami yang diwarnai pengibaran simbol organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah agenda yang sengaja disetting kelompok tertentu untuk menghancurkan citra Anies Baswedan.

Dia mengatakan deklarasi tersebut jelas untuk menggiring opini masyarakat, dimana Anies Baswedan di-framing seolah-olah dekat dengan kelompok radikal dan ormas terlarang.

"Saya melihat bahwa deklarasi tersebut kelihatannya merupakan gerakan kelompok tertentu atau lawan politik Anies, yang ingin menjatuhkan Anies dari sejak dini. Kelihatannya seperti operasi khusus tuk hajar Anies," katanya kepada Populis.id pada Jumat (10/06/2022).

Baca Juga: Anies Baswedan Kena Hantam Isu Dukungan FPI Palsu dan HTI, Analisis Refly Harun Menggelegar: Sah-sah saja, Tetapi…

Gerakan penjegalan ini menurut Ujang menandakan bahwa genderang perang soal pencapresan sudah dimulai. Soal kelompok mananya, kata dia, kita harus investigasi dan cari tahu dulu. Namun yang pasti kelompok yang tak ingin Anies jadi capres.

"Karena tadi malam dibantah oleh Ismail Yusanto, eks Jubir HTI. Bahwa itu yang dideklarasi di hotel jelas bukan HTI. Dan FPI juga dibantah oleh FPI asli," terangnya.

Ia mencium gerakan ini mengupayakan agar apapun yang terjadi, targetnya agar Anies tak bisa nyapres. Namun demikian, itulah resiko jadi Capres, pasti akan dihajar dan dibusukkan oleh lawan politik. 

Baca Juga: Perluas Akses Pembiayaan, Bank Jago Tingkatkan Kerja Sama dengan BFI Finance hingga Gojek Tokopedia (GOTO)

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: