Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Joe Biden Beri Peringatan China, Dunia Bisa dalam Ancaman Besar

Joe Biden Beri Peringatan China, Dunia Bisa dalam Ancaman Besar Kredit Foto: Reuters/Tom Brenner
Warta Ekonomi, Washington -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin menyebutkan Washington akan berupaya mengelola ketegangan dengan China dan mencegah konflik di kawasan Asia, termasuk di dekat Taiwan.

Seperti diketahui, ketegangan antara China dan AS dipicu oleh banyak hal, mulai dari isu Taiwan dan catatan HAM China hingga aktivitas militer Beijing di Laut China Selatan.

Baca Juga: Anak Buah Biden bikin Gerah, China Spontan Kirim Jurus yang Bikin Amerika Mati Langkah

Austin menegaskan AS akan terus mendukung sekutunya, termasuk Taiwan.

"Itu sangat penting karena RRC (Republik Rakyat China) mengadopsi pendekatan yang lebih koersif dan agresif terhadap klaim teritorialnya," kata dia saat berbicara dalam Dialog Shangri-La, pertemuan utama yang membahas isu keamanan Asia, dilansir dari Reuters, Minggu (12/5/2022).

Dia menambahkan telah terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah perjumpaan yang tidak aman dan tidak profesional antara pesawat dan kapal China dengan negara lain.

Sebuah pesawat tempur China secara berbahaya mencegat sebuah pesawat pengintai militer Australia di wilayah Laut China Selatan pada Mei 2022.

Austin mengungkapkan serangan itu telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Dia juga mengakui kebijakan Amerika Serikat tentang Taiwan adalah untuk tetap menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo.

"Kebijakan kami tidak berubah. Tetapi sayangnya, itu sepertinya tidak berlaku untuk RRC," tegas Austin.

Sementara, Presiden AS Joe Biden menyampaikan Washington akan melibatkan militernya jika China menyerang Taiwan.

Namun, AS telah lama memiliki kebijakan yang tidak jelas tentang apakah Washington akan membela Taiwan secara militer.

Sebelumnya, militer Kanada menuduh pesawat tempur China mengganggu pesawat patroli mereka saat mereka memantau penghindaran sanksi Korea Utara.

Taiwan telah mengeluh selama bertahun-tahun tentang misi angkatan udara China yang berulang ke zona identifikasi pertahanan udaranya, yang bukan wilayah udara teritorial tetapi area yang lebih luas yang dipantaunya dari ancaman.

Selain itu, China mengeklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai miliknya dan telah berjanji untuk mengambilnya dengan paksa jika perlu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan