Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Nikel Terancam Kekurangan 100 Juta Ton Ore pada 2026, FINI Minta RKAB Direvisi

Industri Nikel Terancam Kekurangan 100 Juta Ton Ore pada 2026, FINI Minta RKAB Direvisi Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri nikel nasional terancam mengalami kekurangan pasokan bahan baku, hingga 100 juta ton pada 2026.

Kondisi ini dipicu pemangkasan volume produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, yang hanya ditetapkan sekitar 260–270 juta ton.

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arief Perdana Kusuma mengatakan, kebutuhan riil smelter nasional mencapai 340–350 juta ton per tahun.

Dengan kuota RKAB yang ada saat ini, potensi defisit pasokan diperkirakan mendekati 100 juta ton ore.

“Kalau melihat kebutuhan industri, totalnya kurang lebih 340–350 juta ton."

"Sementara RKAB yang disetujui di kisaran 260–270 juta ton."

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: