Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Giliran GP Ansor Bandung Ultimatum Manajemen Holywings

Giliran GP Ansor Bandung Ultimatum Manajemen Holywings Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bandung mendatangi salah satu outlet Holywings Indonesia yang berada di Jalan Karangsari, Kota Bandung. Rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang ini dikomandoi oleh Wakil Sekretaris GP Ansor Kota Bandung, Mohamad Grandy.

Grandy menyampaikan bahwa maksud kedatangan mereka adalah untuk mengantarkan surat somasi dari PC GP Ansor Kota Bandung kepada Holywings Indonesia terkait promosi yang dilakukan Holywings Indonesia dengan cara membagikan minuman keras gratis bagi mereka yang bernama Muhammad. Surat somasi ditandatangani oleh Ketua GP Ansor Kota Bandung Nasrullah Jamaludin dan Sekretarisnya Dery Jamaludin Basari.

Baca Juga: Kepolisian Dikritik, Usut Soal Roy Suryo Belum Ada Progress, Giliran Holywings Cepat Tanggap!

Grandy menjelaskan, GP Ansor Kota Bandung menyatakan beberapa hal, di antaranya bahwa kegiatan promosi dengan mengaitkan minuman beralkohol dengan nama Muhammad adalah sebuah tindakan yang sangat menghina, melecehkan, dan menistakan Yang Mulia Nabi Besar Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

"Mereka menilai bahwa upaya promo ini bertujuan untuk merusak akhlak dan masa depan generasi muda khususnya umat Islam yang dalam ajarannya jelas-jelas mengharamkan minuman keras," kata Grandy kepada wartawan di Bandung, Sabtu (25/6/2022).

Selanjutnya, GP Ansor Kota Bandung menilai bahwa sampai detik ini belum ada upaya yang tulus dan serius dari pemilik Holywings untuk meminta maaf kepada publik khususnya umat Islam atas tindakannya yang telah secara jelas menghina, melecehkan, dan menistakan Nabi Muhammad dan umat Islam.

"GP Ansor Kota Bandung menuntut agar pemilik Holywing Indonesia segera tampil ke publik untuk meminta maaf atas tindakan penghinaan yang mereka lakukan," tegasnya.

Selain itu, lanjut Grandy, GP Ansor juga mendesak aparat penegak hukum segera melakukan proses hukum terhadap semua pihak yang terlibat dalam kegiatan promosi tersebut tanpa pandang bulu. "Kami juga menuntut pimpinan manajemen Holyings Outlet Bandung Karangsari melakukan klarifikasi atas keterkaitan dan keterlibatan mereka dalam kasus ini," tegasnya.

Grandy menegaskan bahwa GP Ansor Kota Bandung memberikan waktu 2x24 jam sejak surat somasi diterima untuk Holywings Indonesia agar memenuhi semua tuntutan mereka.

"Apabila dalam waktu 2x24 jam pihak Holywings Indonesia tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut, kami akan datang kembali ke holywings dengan membawa seluruh kader GP Ansor maupun Banser yang ada di Kota Bandung!" tegasnya.

Selama menunggu waktu 2x24 jam, ia menghimbau agar kader Ansor maupun banser yang ada di Kota Bandung untuk dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan apapun. Namun, ia juga meminta kepada seluruh kader dan PAC GP Ansor serta Satkoryon Banser untuk dapat merapatkan barisan.

"Atas nama PC GP Ansor kami mengimbau dan menginstruksikan kepada seluruh PAC GP Ansor dan Satkoryon Banser se-Kota Bandung untuk merapatkan barisan. Apabila ternyata pihak Holywings tidak dapat memenuhi tuntutan, kita akan kembali bergerak bersama-sama sesuai dengan semboyan kita Ansor Maju Satu Barisan, Seribu Rintangan Patah Semua," pungkasnya.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan