Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tokoh Hindu Terkemuka di Kanada Bercuap-cuap Bunuh Muslim di India, Kini Videonya Viral!

Tokoh Hindu Terkemuka di Kanada Bercuap-cuap Bunuh Muslim di India, Kini Videonya Viral! Kredit Foto: Getty Images/Anindito Mukherjee
Warta Ekonomi, Ottawa -

Seorang tokoh Hindu Kanada secara terbuka mendukung pembunuhan umat Muslim dan Syiah di India. Dia bahkan menyebut umat Muslim dan komunitas Syiah sebagai orang-orang yang pantas mati.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Advokasi Hindu Kanada (CHA), Ron Banerjee dalam sebuah video di saluran YouTube 'Beat of the North'.

Baca Juga: Padahal Partai Berkuasa di India yang Berulah tapi Islam Makin Tertekan, Hasilnya Miris

Dalam video itu, sebenarnya Banarjee ditanya tentang pandangan mereka atas Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Tetapi Banerjee justru mengambil kesempatan untuk membuat komentar kebencian tentang Muslim dan Syiah.

"Saya mendukung pembunuhan Muslim dan Sikh di Republik India karena mereka pantas mati," katanya dilansir dari The New Arab, Sabtu (25/6/2022).

Video tersebut pertama kali diunggah ke YouTube pada 22 Juni, dan klip komentar Banerjee telah dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial. Ron Banerjee terkenal karena komentarnya yang rasis, berapi-api, dan anti-Muslim. 

Dalam video tersebut, dia mencerca Trudeau dan mengatakan dia berharap Perdana Menteri India Narendra Modi, yang dikenal dengan kebijakan anti-Muslim sayap kanannya, dapat memimpin Kanada.

Di masa lalu, Banerjee telah memprotes akomodasi keagamaan Muslim di sekolah, dan sering melakukan aksi unjuk rasa dan acara bersama dengan kelompok anti-Muslim dan anti-Syiah lainnya di seluruh Kanada.

Banerjee menyebut Muslim sebagai 'ancaman' dan menyatakan dukungannya untuk politisi Belanda anti-Muslim Geert Wilders. 

Pada tahun 2010, ia mengklaim bahwa peradaban Islam telah menemukan dan berkontribusi lebih sedikit untuk kemajuan manusia daripada sekawanan keledai.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan