Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pendukung, Loyalis, Relawan Perlu Waspada! Anies Baswedan Disebut Jadi Target Framing 'Politik Identitas': Target Potensial!

Pendukung, Loyalis, Relawan Perlu Waspada! Anies Baswedan Disebut Jadi Target Framing 'Politik Identitas': Target Potensial! Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kampanye hitam terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan semakin gencar dilakukan pihak tertentu. Bahkan upaya mengaitkan Anies dengan organisasi terlarang juga dirancang untuk menjatuhkan Anies. Seperti adanya deklarasi Majelis Sang Presiden yang mengaku sebagai eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), hingga mantan napi terorisme (napiter) mendukung Anies.

Analis politik dari Forum Doktor Ilmu Politik UI Reza Hariyadi menganggap, pola stigmatisasi, framing, hingga mobilisasi politik identitas menjadi modus dalam komodifikasi politik identitas yang diarahkan kepada Anies. Targetnya adalah untuk mendistorsi opini publik dan memberikan label negatif pada figur yang disasar.

"Ini tampak seperti komodifikasi politik identitas, siapa saja bisa disasar, dan Anies Baswedan sebagai figur capres bisa jadi target potensial. Mungkin motifnya untuk mencederai citranya di mata publik, ujar Reza kepada wartawan di Jakarta Pusat, Ahad (25/6/2022).

Baca Juga: Jokowi Dicap Condong ke Rusia, Pegiat HAM Indonesia Blak-blakan: Arah Politik Sebangun dengan Putin

Eks aktivis GMNI tersebut mensinyalir, aksi dukungan mobilisasi politik untuk Anies itu tidak genuine. Reza menyebut, aksi politik tersebut digelar secara terpola, sistematis, dan sulit dipungkiri adanya desain politik tertentu.

Dia menduga, aksi tersebut ingin memberi impresi politik kepada publik seolah Anies dekat dengan kelompok yang dianggap radikal maupun intoleran. "Ini bisa dimainkan oleh lawan politik untuk menyudutkan karena dicap Islam garis keras dan menjadi tantangan bagi Anies jika maju Pilpres 2024," ujar Reza.

Secara politik, stigma tersebut tidak menguntungkan Anies Baswedan sebagai salah satu calon presiden (capres). Anies yang belakangan semakin populer setelah masuk rekomendasi capres Partai Nasdem, memiliki elektabilitas tinggi untuk diusung pada Pilpres 2024. Adanya framing politik tersebut, menurut Reza, tentu membatasi ruang gerak Anies untuk meraih dukungan kelompok moderat dan nasionalis.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan