Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Juli Awal Zulhijah dan Iduladha 1443 H Jatuh pada Minggu 10 Juli

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Juli Awal Zulhijah dan Iduladha 1443 H Jatuh pada Minggu 10 Juli Kredit Foto: Instagram/Zainut Tauhid
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Zulhijjah pada Jumat (1/7/2022) dan Hari Raya Iduladha pada Minggu (10/7/2022). Keputusan tersebut diambil setelah melalui sidang isbat yang berlangsung di kantor Kementerian Agama Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022).

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid memaparkan hasil keputusan sidang isbat didapat dari metode hisab dan rukyat.

"Bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada posisi antara 0 derajat 52 menit sampai dengan 3 derajat 13 menit dengan sudut elongasi 4,27 derajat sampai dengan 4,97 derajat ini adalah posisi Hilal berdasarkan hisab," ujar Zainut dalam jumpa pers.

Baca Juga: 600 Titik Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha di Yogyakarta Bakal Dipantau

Ia mengatakan berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria baru MABIMS. Berdasarkan laporan hilal di 86 titik yang di 34 provinsi di Indonesia, tidak ada satu yang melaporkan melihat hilal.

"Sehingga secara mufakat bahwa satu Dzulhijjah tahun 1443 Hijriyah jatuh pada hari Jumat tanggal 1 Juli 2022. Inilah sidang isbat yang baru saja kita laksanakan dan kita sepakati bersama," papar dia.

Dengan demikian Hari Raya Iduladha ditetapkan pada Minggu 10 Juli 2022. Ia berharap seluruh umat Islam dapat merayakan Iduladha 1443 Hijriah secara bersama-sama.

Baca Juga: Jelang Iduladha, PT Berdikari Pasok 450 Ekor Sapi untuk Wilayah Jabodetabek

"Mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam Indonesia dapat merayakan Iduladha secara bersama-sama," kata dia.

Wakil Ketua Umum PPP itu juga berharap penetapan awal Zulhijah menjadi simbol cerminan kebersamaan umat Islam di Indonesia.

"Kebersamaan ini mudah-mudahan menjadi wujud dari kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa untuk juga menatap masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik," katanya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan