Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Katanya ke Ukraina dan Rusia Gak Lengkap Kalau Jokowi Belum ke Erdogan, Xi Jinping, dan ASEAN

Katanya ke Ukraina dan Rusia Gak Lengkap Kalau Jokowi Belum ke Erdogan, Xi Jinping, dan ASEAN Kredit Foto: HO-Biro Pers Setpres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya melakukan kunjungan berkelanjutan setelah berperan sebagai juru damai antara Ukraina dan Rusia, kata pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal

“Setelah kembali dari Rusia dan Ukraina, Presiden Jokowi perlu berkomunikasi dengan Sekjen PBB, Presiden Turki (Erdogan), Presiden Biden, Presiden Tiongkok Xi Jinping, maupun European Council Von Leyen," katanya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Mantan Aktivis '98 Bandingkan Gaya Putin Menerima Jokowi dengan 2 Pemimpin Eropa, Kontras!

Menurutnya, Jokowi perlu mengkomunikasikan hasil pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Volodymyr Zelenskyy kepada ASEAN.

"Dia juga perlu menulis surat kepada seluruh pimpinan ASEAN untuk memberikan briefing mengenai hasil kunjungan. Ini pasti akan diapresiasi para pemimpin Asia Tenggara,” ujar Dino.

Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat itu mengingatkan Jokowi untuk menjalankan langkah lanjutan demi tercapainya perdamaian.

Indonesia juga perlu memikirkan apakah misi mendamaikan Ukraina-Rusia merupakan suatu hal yang one off (hanya sekali) atau upaya yang berkelanjutan.

“Kalau Indonesia serius sebagai juru damai, maka Presiden Jokowi perlu menunjuk seorang special envoy yang bisa secara khusus dan secara fokus mengurus hal ini,” kata dia.

Dalam pertemuan dengan Zelenskyy, di Istana Maryinsky, Kiev, Ukraina, Rabu (29/06/2022), Jokowi mengadakan pertemuan dengan Zelenskyy dan menyampaikan bahwa kunjungannya ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina.

“Saya sampaikan ke Presiden Zelenskyy bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina,” ujar Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama Zelenskyy selepas pertemuan.

Presiden menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Meskipun masih sangat sulit dicapai, Jokowi juga tetap menyampaikan pentingnya penyelesaian damai dan mengatakan bahwa semangat perdamaian tidak boleh pernah luntur.

“Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera,” imbuhnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan