Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Putin Siap Turun Tangan Stabilkan Timur Tengah Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Putin Siap Turun Tangan Stabilkan Timur Tengah Usai Serangan AS-Israel ke Iran Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Sergei Fadeichev
Warta Ekonomi, Jakarta -

Setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Rusia menyatakan kesiapannya untuk berperan dalam menstabilkan kawasan.

Presiden Vladimir Putin disebut menyampaikan sikap tersebut lewat telepon dengan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa. Komunikasi itu membahas dampak langsung serangan militer terhadap stabilitas regional.

Menurut keterangan resmi Rusia yang dikutip dari kantor berita TASS, situasi terkini tidak hanya berdampak pada Iran. Ketegangan dinilai berpotensi mengganggu keamanan banyak negara Arab yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow.

Perkembangan situasi saat ini juga mengancam keamanan banyak negara Arab, yang memiliki hubungan baik dengan Rusia.

Pernyataan tersebut muncul setelah operasi militer yang dilancarkan pada 28 Februari menargetkan sejumlah kota besar Iran. Ibu kota Teheran termasuk di antara wilayah yang dilaporkan menjadi sasaran.

Gedung Putih membenarkan operasi tersebut dengan alasan adanya ancaman rudal dan program nuklir dari Teheran. Washington menyebut langkah itu sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko keamanan yang lebih luas.

Pada saat yang sama, pimpinan Amerika Serikat, Donald Trump secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah mereka. Seruan tersebut memperdalam ketegangan politik dan memperluas spektrum konflik.

Serangan itu berdampak besar pada struktur kepemimpinan Iran. Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama sejumlah pejabat senior lainnya.

Kematian tokoh sentral Republik Islam itu pun mengubah dinamika politik domestik Iran. Kekosongan kepemimpinan terjadi di tengah tekanan militer eksternal.

Korps Garda Revolusi Islam Iran merespons dengan meluncurkan operasi balasan. Sejumlah lokasi di Israel dilaporkan menjadi target serangan.

Ketegangan kemudian meluas ke kawasan Teluk. Pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi turut dilaporkan menjadi sasaran.

Di tengah eskalasi tersebut, Moskow menegaskan kembali sikapnya. Rusia menyatakan siap berkontribusi aktif untuk meredakan ketegangan.

“Dengan mempertimbangkan semua hal tersebut, Vladimir Putin menegaskan kesiapan pihak Rusia untuk menggunakan semua peluang yang tersedia guna secara aktif berkontribusi pada stabilisasi situasi di kawasan,” demikian dilaporkan oleh layanan pers Rusia.

Baca Juga: Strategi Agresif Militer Iran Membalas Kematian Ali Khamenei, Disebut Bakal 'Ngempos' di Akhir

Langkah diplomatik ini menempatkan Rusia sebagai salah satu aktor utama dalam percaturan krisis terbaru di Timur Tengah. Hubungan historis Moskow dengan sejumlah negara Arab menjadi modal dalam upaya mediasi.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini tidak lagi bersifat lokal. Dampaknya menjalar ke keamanan regional, energi global, hingga keseimbangan politik internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: