Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Langkah Anies Baswedan Tutup Holywings Disebut Bisa Menaikkan Elektabilitas, tetapi...

Langkah Anies Baswedan Tutup Holywings Disebut Bisa Menaikkan Elektabilitas, tetapi... Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak dimungkiri lagi menjadi salah satu capres potensial bahkan terkuat di luar lingkar kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini langkah Anies soal penutupan Holywings mendapat sorotan.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan bahwa penutupan Holywings oleh Anies Baswedan mampu menaikkan elektabilitas.

Tak hanya di Jakarta, elektabilitas Anies diduga naik di beberapa daerah lain di Pulau Jawa.

Hal tersebut bertolak belakang dengan peningkatan resistensi sejumlah kelompok masyarakat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akibat kasus Wadas.

Menurut Refly, isu Holywings jika tak dikelola dengan baik, sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi Anies.

Jika memang penutupan Holywings ini diikuti oleh daerah lain, kata Refly, akan terlihat kepemimpinan Anies berhasil untuk diikuti kepala daerah lainnya.

“Namun, bagi mereka yang moderat, justru tidak melihat kebijakan Anies sebagai sesuatu yang istimewa, karena telah melihat Holywings sebagai common enemy,” ujarnya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Jumat (1/7).

Baca Juga: Isu Cengkaraman Oligarki Menyeruak, Refly Harun Sebut dengan Kondisi saat Ini Anies Baswedan Tidak Punya Banyak Pilihan

Di sisi lain, Refly pun membongkar fakta bahwa basis dukungan Anies dan Ganjar sebenarnya berbeda.

Menurut Refly, pendukung Ganjar kebanyakan beretnis Jawa serta sebelumnya merupakan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sementara itu, pendukung Anies kebanyakan berasal dari luar Jawa dan berasal dari kelompok kanan.

“Namun, ada pasar-pasar di tengah yang sedang diperebutkan dan mereka tengah memperluas basis dukungan,” tuturnya.

Menurut Refly, dukungan dari para swing voters akan menentukan kemenangan salah satu tokoh politik itu.

Oleh karena itu, keduanya harus bisa sama-sama saling memperkuat basis dukungan.

“Hasilnya tentu nantinya akan tipis, seperti yang kerap diungkapkan di beberapa survei yaitu masih di dalam margin of error,” paparnya.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan