Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Berupaya Damaikan Rusia-Ukraina, Jokowi Harus Diapresiasi: Seluruh Dunia Harusnya Ikut Dong

Berupaya Damaikan Rusia-Ukraina, Jokowi Harus Diapresiasi: Seluruh Dunia Harusnya Ikut Dong Kredit Foto: Instagram/Djarot Saiful Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengapresiasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina. Bahkan, Jokowi bertemu dua kepala negara yang sedang berseteru itu, yakni Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan, upaya Presiden Jokowi yang ingin melakukan perdamaianan dunia harusnya juga diikuti negara lain. Langkah tersebut dilakukan Jokowi untuk menekan terjadinya krisis yang bisa melanda dunia, mengingat dampak perang Rusia-Ukraina begitu besar.

Baca Juga: Siapa Bilang Misi Jokowi Gagal? Yenny Wahid Beri Pembelaan: Presiden Perjuangkan Pasokan Gandum dari Ukraina

"Kita apresiasi karena beliau menjadi pemimpin ASEAN pertama yang mengunjungi langsung Ukraina dan Rusia, ini sebagai tanggung jawab beliau sebagai Presidensi G20. Kita dukung, tentang apakah itu bisa langsung berdamai dan menghentikan perang itu kan tidak bisa Pak Jokowi sendiri. Harusnya seluruh dunia juga ikut dong mendorong perdamaian abadi itu ya," kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/7).

Djarot menyampaikan, langkah Presiden Jokowi merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 agar bisa aktif melakukan perdamaian dunia. "Jadi kunjungan ini sebagai manifestasi bahwa garis politik luar negeri kita itu adalah bebas dan aktif, maka kita harus dukung untuk membangun perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Caranya dengan apa? Dengan diplomasi. Caranya dengan apa? Dengan komunikasi, kan begitu," tegas Djarot.

Tak dimungkiri, lanjut Djarot, perang Rusia-Ukraina juga berdampak pada melonjaknya harga komoditas pangan. Terlebih, beberapa komoditas pangan juga harus ekspor dari Rusia maupun Ukraina.

"Kita juga harus membangun komunikasi dengan Rusia dan Ukraina terkait dengan pasokan pangan ya sebagian besar misalnya begitu ya, saya spesifik aja ya, bahan dasar pupuk itu dari mereka, ya phosphate itu dari mereka," pungkas Djarot.

Baca Juga: Kamaruddin Sindir Kapolri Listyo Tak Punya Wibawa: Kalau Perintah Saya Tidak Dilaksanakan Anak Buah…

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: