Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masyarakat Harus Bijak Menyikapi Kasus Holywings, Gus Imron: Mari Kita Ikuti Proses Hukumnya

Masyarakat Harus Bijak Menyikapi Kasus Holywings, Gus Imron: Mari Kita Ikuti Proses Hukumnya Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah, KH. Achmad Imron meminta masyarakat arif dan bijaksana dalam melihat kasus yang belakangan heboh di masyarakat terkait adanya promosi/diskon di Holywings Indonesia yang konon ada unsur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam diskon tersebut.

"Masyarakat harus Arif dan Bijak dalam melihat persoalan tersebut karena faktanya diskon tersebut untuk nama di kalangan masyarakat yang mempunyai nama Muhammad dan Maria," ungkap Gus Imron sapaan akrabnya kepada awak media di Jakarta, Rabu (20/7/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima.

Ia juga berpendapat dalam kasus tersebut tidak bisa di jadikan rujukan atau menuduh ada penistaan agama. "Penamaan ini sama halnya dengan nama Muhammad yang melakukan kejatahan atau melakukan perbuatan lainnya," ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Maafkan Holywings, Bahlil: Kita Sedang Cari Solusi yang Menguntungkan Semua Pihak

Gus Imron juga sependapat bahwa Holywings telah melakukan kesalahan dalam membuat promosi karena menimbulkan pro kontra, apalagi masyarakat sangat rentan dalam persolaan keagamaan. Namun, menurutnya, sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi keberagaman, tentu harus melihat dengan jernih dan fair, apalagi pihak Holiwings sudah meminta maaf.

"Saya juga menyayangkan kenapa ada promo sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat, apalagi kita sangat rentan dalam isu agama namun kita sebagai masyarakat harus arif dan bijak dalam melihat persoalan apalagi pihak ini juga sudah ditangani oleh hukum, mari kita ikuti proses hukumnya apakah ada unsur penistaan atau tidak biar pengadilan yang memutuskan," ucapnya.

Dia juga sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling suci dan tidak ada duanya di muka bumi ini sehingga tidak ada mahluk di dunia yang setara dengan beliau.

"Oleh karena itu mari kita berpikir dengan cerdas dan bertabayun dalam melihat persoalan sebelum menghakimi, sehingga duduk persoalan jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan mau dan mudah di provokasi oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dalam persoalan ini," katanya.

Baca Juga: Soal Penutupan Izin Usaha Holywings, SAPMA PP Jabar Apresiasi Bupati Garut

Selain itu, Gus Imron juga meminta masyarakat ikut memikirkan 3000 orang karyawan yang kena dampak dari penutupan gerai-gerai Holywings karena bukan saja 3000 orang yang bergantung, namun juga keluarga mereka untuk kelangsungan hidupnya.

"Akibat ditutupnya gerai-gerai Holywings pasti karyawannya dirumahkan sehingga ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu memikirkan mereka dan keluarganya karena demi keberlangsungan hidup," ujarnya.

Banyak persoalan lainnya yang bisa menjadi titik fokus umat tidak seperti persolan remeh temeh yang banyak pihak menunggangi seperti itu. Menurut Gus Imron, sebaiknya masyarakat fokus kepada kasus korupsi atau lainnya yang jauh lebih penting dari pada persoalan ini.

Baca Juga: 97% Nasabah BSI Beralih Ke Kanal Digital Untuk Transaksi Perbankan

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: