Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pendukung Ganjar Pranowo Mohon Sabar, Pengamat Sebut Puan Maharani Lebih Potensial Dipilih PDIP untuk Nyapres: Minim Pencitraan!

Pendukung Ganjar Pranowo Mohon Sabar, Pengamat Sebut Puan Maharani Lebih Potensial Dipilih PDIP untuk Nyapres: Minim Pencitraan! Kredit Foto: DPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meski secara elektabilitas yang dikeluarkan lembaga survei nama Puan Maharani belum sementereng Ganjar Pranowo, Puan disebut sebagai pilihan tepat bagi PDIP untuk maju jadi Capres di 2024.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah di Jakarta, Minggu (24/7). Dedi mengungkapkan selain menjadi satu-satunya tokoh prioritas di PDIP, Puan Maharani juga merupakan penyokong keberhasilan pemerintahan Jokowi.

Dedi menyampaikan keberhasilan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indoenesia Sehat (KIS), ada andil besar Puan saat menjadi Menko PMK.

Tak hanya itu, terkait stabilitas keuangan negara dalam menangani pandemi, Puan adalah ketua DPR yang menghasilkan UU Stabilitas sistem keuangan melalui pengesahan Perppu Covid-19.

Hal itu membuat ekonomi Indonesia bertahan dan adanya bantuan sosial sepanjang pandemi yang didasarkan pada UU tersebut.

Baca Juga: Kampung Halamannya Jadi Tempat Deklarasi Jokowi Tiga Periode, Omongan Rocky Gerung Nggak Main-main: Percepat Pilpres!

“Puan punya posisi strategis sebagai ketua DPR RI, ini jabatan paling berpengaruh setara dengan Presiden, dengan dua alasan itu PDIP semestinya tidak ragu mengusung Puan,” kata Dedi.

Meski tak eksplisit disebut untuk nyapres, tetapi Puan telah mendapat penugasan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk bertemu para pimpinan Parpol.

Hal itu dianggap sebagai sinyal restu Megawati kepada Puan untuk maju di Pilpres 2024.

Atas dasar itu, Dedi menyampaikan, pemilih PDIP punya kecenderungan loyal pada partai, sehingga mengusung Puan sebagai Capres bukan langkah yang keliru.

“Bahkan bisa dianggap tepat karena simbol PDIP saat ini adalah Puan, tentu ini baik karena akan membuat gerakan moral kader lebih menguat dalam mendukung kandidatnya. Untuk itu, membaca elektabilitas Puan harus juga melihat elektabilitas partai,” kata Dedi.

Baca Juga: Luhut Sebut Motor Listrik Mau Disubsidi, Said Didu Colek Sri Mulyani: Sangat Tidak Adil

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: