Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gak Main-Main! IKM Indonesia Mampu Serap 18,64 Juta Tenaga Kerja

Gak Main-Main! IKM Indonesia Mampu Serap 18,64 Juta Tenaga Kerja Kredit Foto: Antara/Makna Zaezar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia hingga saat ini mencapai sekitar 4,4 juta. Dengan total tersebut, sektor ini mampu menyerap 18,64 juta tenaga kerja.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita, menjelaskan, jika melihat peta dan potensi serta kekuatan, hampir 99,7% dari total unit usaha industri yang menggerakan roda perekonomian Indonesia merupakan skala kecil dan menengah.

Baca Juga: Penghargaan Upakarti, Ajang Apresiasi Pelaku IKM Indonesia

"Jadi kalau melihat peta seperti itu, pastinya memang IKM ini kan bagian dari industri manufaktur yang sampai dengan triwulan II 2022 ini tetap memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kita," papar Reni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, 17,84% pemasukan terhadap PDB (pendapatan domestik bruto-red) berasal dari industri manufaktur yang merupakan unit IKM.

"Nah, kemudian kita juga melihat persebarannya. Persebaran IKM dengan jumlah 4,4 juta itu memang masih hampir 62,21 persennya ada di Pulau Jawa. Kita melihat konsentrasi terbesar ada di Provinsi Jawa Tengah, kemudian Jawa Timur dan Jawa Barat," pungkasnya.

Reni mengungkapkan, Kemenperin melalaui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka terus berupaya meningkatkan kapasitas bisnis IKM dengan melakukan pendampingan secara intensif. Hal ini dilakukan supaya IKM Indonesia memiliki daya saing.

"Kami melakukan pembinaan IKM apa yang dihasilkan sesuai apa yang dibutuhkan, baik itu dari anggaran pemerintah pusat, daerah, dan BUMN," kata Reni.

Adapun pelatihan yang dilakukan Direktorat IKMA, di antaranya adalah mengadakan pelatihan program e-smart IKM yang bertujuan agar pelaku IKM mampu menguasai bisnis secara digital.

Baca Juga: Wamen BUMN Ungkap 3 Tantangan Yang Dihadapi Industri Asuransi, Apa Saja?

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: