Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Blak-blakan: Prabowo Subianto 'Pepet' Muhaimin karena Ingin Menang di Jawa Timur dan...

Pengamat Blak-blakan: Prabowo Subianto 'Pepet' Muhaimin karena Ingin Menang di Jawa Timur dan... Kredit Foto: Antara/ANTARA/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Manuver politik yang bisa dilihat saat ini adalah kedekatan dari Gerindra dan PKB ataupun Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar yang dikabarkan akan maju sebagai paslon di Pilpres 2024. Hal ini makin menguat setelah dua partai tersebut resmi menyatakan berkoalisi.

Mengenai hal ini, Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai Partai Gerindra dan PKB sudah punya bekal untuk melenggang ke Pilpres 2024.

Dengan demikian, kata Hendri, koalisi tersebut tidak butuh tambahan partai lagi agar bisa mendapatkan tiket kontestasi politik 2024.

"Kombinasi kedua partai tersebut juga sudah lengkap, nasionalis religius," ujar Hendri kepada GenPI.co, Senin (15/8).

Baca Juga: Pak Prabowo Mohon Maaf Ada Kabar Nggak Enak Nih… Survei: Hanya 22% Pemilih PKB yang Ingin Anda Jadi Presiden, yang Terbanyak Adalah…

Menurutnya, sosok capres yang akan diusung dalam Pilpres 2024 akan diperbincangkan di meja lobi Partai Gerindra-PKB.

"Siapa pun bisa (jadi capres, red). Akan tetapi, Pak Prabowo punya kesempatan lebih besar," tuturnya.

Hendri menduga Prabowo Subianto dan Partai Gerindra akan dipilih lantaran memiliki elektabilitas dan banyak kursi di DPR.

"Akan tetapi, Cak Imin (Muhaimin Iskandar, red) juga enggak bisa dianggap remeh. Kemungkinan koalisi tersebut langgeng," kata dia.

Meski demikian, menurutnya, sosok capres dan cawapres masih bisa berubah lantaran politik di tanah air sangat dinamis.

Baca Juga: Hadapi Kendala Spin Off, OJK Tawarkan Bank Untuk Merger dan Cari Investor Strategis

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: