Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Debat Pembubaran Kompolnas Singgung KM 50, Kuasa Hukum Rizieq Shihab: Semoga Keadilan Segera Tegak

Debat Pembubaran Kompolnas Singgung KM 50, Kuasa Hukum Rizieq Shihab: Semoga Keadilan Segera Tegak Kredit Foto: Dok. PojokBogor
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdebatan terjadi antara Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa terkait peran dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menyebut perdebatan yang membahas terkait tragedi KM 50 diharapkan mampu menyelesaikan kasus hukum yang selama ini belum jelas siapa pelaku dan dalang dari kasus tersebut.

"Alhamdulillah. Semoga keadilan segera tegak untuk keluarga korban KM 50, segera diusut tuntas dan dibongkar seluruh skenario jahat yang sebelumnya terjadi," ujar Aziz saat dikonfirmasi Warta Ekonomi, Selasa (23/8/2022).

Baca Juga: Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad Sering "Disenggol" Buzzer, Refly Harun Ngaku Heran: Yang Disampaikan Baik, Toh untuk Memperbaiki Negara!

Aziz mengatakan, aktor-aktor intelektual dan pelaku dari kasus KM 50 harus diungkap dan harus dihukum berat semuanya.

Ia juga mendukung terkait rencana yang diungkapkan oleh Desmond akan pembubaran Kompolnas yang dinilai tidak mampu menyelesaikan masalah. Bukan hanya itu, ia juga menyarankan untuk membubarkan Komnas HAM.

"Sekalian Komnas HAM juga (dibubarkan) menurut saya. Ya karena sama dengan Kompolnas kelakuanya," ujarnya.

Lanjutnya, selama ini Kompolnas hanya bekerja sebagai juru bicara dari Kepolisian, di mana menurutnya, selama ini mereka kerja dan membagikan informasi yang tidak benar atau hoaks kepada masyarakat. 

"Jadi 'jubir' Kepolisian dan bicara hoaks terkait kasus Brigadir Joshua kemarin dan bisa jadi mungkin hal sama terkait KM 50 juga," ungkapnya.

Lebih lanjut, Aziz menilai selama ini mereka hanya menjalankan pesanan saja terkait kasus yang berjalan. 

"Tapi malah menjalankan 'pesanan' pihak lain atau pesanan orang zalim," tutupnya.

Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 12% pada 2023

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: