Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SKK Migas dan WNEL Mulai Implementasi FID Lapangan Gas Mako

SKK Migas dan WNEL Mulai Implementasi FID Lapangan Gas Mako Kredit Foto: Arasari Group
Warta Ekonomi, Jakarta -

SKK Migas bersama West Natuna Exploration Limited (WNEL) resmi memulai tahap implementasi Final Investment Decision (FID) pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Tahap ini menandai dimulainya eksekusi proyek hulu migas yang ditargetkan mencapai produksi perdana (first gas) pada kuartal IV 2027.

Lapangan Gas Mako dikembangkan melalui kerja sama pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dengan WNEL sebagai operator. PT Nations Natuna Barat, entitas di bawah Arsari Group, akan menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan dimulainya implementasi FID menjadi langkah strategis untuk menjaga pasokan gas nasional.

“Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” ujarnya,

Djoko menegaskan SKK Migas akan mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana. Ia memastikan proyek dijalankan tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi.

Dari sisi komersialisasi, WNEL telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) dengan PLN EPI sebagai offtaker. Kesepakatan ini menjadi dasar kepastian penyerapan gas Mako untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional dan mendukung kelayakan finansial proyek.

Chairman Conrad Asia Energy, Peter Botten, menyatakan FID proyek Mako terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak. Ia menyebut keterlibatan SKK Migas, instansi pemerintah, PLN EPI, serta mitra nasional menjadi faktor penting dalam penguatan struktur proyek.

Sementara itu, CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan komitmen jangka panjang perusahaannya di sektor energi.

“Dengan pengalaman panjang dan teruji sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: PLN EPI Kantongi Izin Sambung Pipa Gas Natuna

Baca Juga: SKK Migas Sebut FID Proyek Geng North–Gendalo Milik Raksasa Migas Italia Rampung Pekan Depan

Baca Juga: Inpex: Kompleksitas Perizinan Jadi Tantangan Menuju FID Masela

Pengembangan Lapangan Gas Mako memasuki fase utama mulai dari tahap pre-FID pada 2025 hingga target first gaspada November 2027. Rangkaian kegiatan mencakup engineeringprocurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up. Lapangan ini ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV 2027.

Implementasi FID menandai transisi proyek dari tahap perencanaan menuju eksekusi penuh pengembangan lapangan, dengan fokus pada penyelesaian fasilitas produksi dan infrastruktur penunjang agar gas dapat disalurkan sesuai jadwal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: