Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Istri Ferdy Sambo Sampai Sekarang Belum Dikurung di Tahanan, Deolipa Nggak Main-main Bakal Buat Surat ke Jokowi

Istri Ferdy Sambo Sampai Sekarang Belum Dikurung di Tahanan, Deolipa Nggak Main-main Bakal Buat Surat ke Jokowi Kredit Foto: Suara.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus Ferdy Sambo tak pernah surut dari perhatian publik. Mengenai perkembangan yang ada Pengacara Deolipa Yumara kembali merespons soal Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang belum ditahan sampai saat ini, padahal sudah menyandang status tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Eks pengacara Bharada E ini pun berencana melayangkan surat resmi kepada sejumlah pejabat negara untuk menonaktifkan sementara Kabareskrim dan Dirtipidum Polri terkait hal tersebut.

"Saya minta Kapolri tetap mengganti Kabareskrin dan Dirtipidum karena sampai saat ini Putri Candrawathi masih belum ditahan. Paling lambat, Rabu saya akan buat surat resmi kepada Presiden, Kapolri, Wakapolri, dan Menkopolhukam," katanya kepada wartawan, Senin (5/9/2022).

Deolipa menyebut pihaknya memberikan waktu dua hari agar kedua pihak itu dapat dinonaktifkan sementara dan diganti dengan pimpinan yang baru agar Putri bisa ditahan.

Baca Juga: Semua Mohon Siap-siap! LPSK Sebut Motif Pembunuhan Terhadap Brigadir J Sudah Disampaikan oleh Bharada E, Ternyata...

"Dirtipidum dan Kabareskrin diganti alasannya karena mereka sudah melanggar pro justitia, yaitu rasa keadilan masyarakat, yang mana orang melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, tetapi dia (Putri Candrawathi, red) tidak ditahan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Deolipa menyebut alasan tetap ingin mengganti Kabareskrim dan Dirtipidum lantaran saat rekonstruksi digelar, pihak korban tak diizinkan melihat kegiatan tersebut.

"Rekonstruksi semuanya boleh hadir, tetapi mereka larang itu yang namanya pengacara korban (Kamaruddin Simanjuntak, red). Jadi, itu adalah hal yang sangat berbahaya dalam dunia hukum keadilan sehingga tidak pro justitia," jelasnya.

Baca Juga: OJK Bakal Evaluasi Semua Produk Saving Plan di Industri Asuransi

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: