Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tolak Kenaikan Harga BBM, Partai Demokrat Bebaskan Kader Ikut Demo, Kamhar Lakumani: Tak Perlu Menangis seperti Sandiwara Elit PDIP

Tolak Kenaikan Harga BBM, Partai Demokrat Bebaskan Kader Ikut Demo, Kamhar Lakumani: Tak Perlu Menangis seperti Sandiwara Elit PDIP Kredit Foto: Instagram/Kamhar Lakumani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar lakumani mengaku telah mengomunikasikan kepada anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, DPRD Provinsli, dan DPRD kabupaten dan kota untuk mengambil langkah dan tindakan menolak kenaikan harga BBM.

Selain menyuarakan di parlemen terkait penolakan ini, juga di 514 Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten/Kota juga diminta untuk melakukan aksi penolakan kenaikan BBM ini.

Baca Juga: Rahasia Agar Puan Menang di Pilpres 2024: 'Tolak Kenaikan BBM!'

"Kader tak perlu menangis dalam menyampaikan argumentasi penolakan kenaikan BBM ini sebagaimana aksi sandiwara elit-elit partai PDIP pada saat merespons kenaikan BBM di masa pemerintahan SBY yang lalu, " bebernya.

Dia melanjutkan, ternyata saat ini ketika berkuasa bisa memahami kenaikan BBM, padahal tak ada situasi yang benar-benar mendesak jika pemerintah benar-benar peduli dengan rakyatnya.

"Karenanya seluruh kader dibebaskan untuk ikut serta bersama rakyat melakukan unjuk rasa menolak kenaikan BBM ini, bila perlu mengajak keluarga TNI, keluarga Polri, keluarga PNS/ASN dan partai-partai lain untuk ikut turun kejalan dalam aksi damai," bebernya, Selasa (6/9/2022).

Dia menegaskan, argumentasi beban APBN yang terlalu berat, sebenarnya masih banyak jalan yang bisa ditempuh jika benar-benar pro rakyat.

Baca Juga: Dicari Massa Aksi, Puan Maharani Bilang 'Pemerintah Jangan Membuat Rakyat Lebih Susah', PDIP Ikut Tolak Kenaikan BBM?

"Bisa melalui relokasi penggunaan anggaran untuk meninjau ulang IKN dan infrastruktur yang tak prioritas, termasuk juga dengan jalan menekan tingkat kebocorab APBN," urainya.

"Tapi pemerintah mengambil jalan pintas dan jalan mudah untuk memenuhi segala ambisinya dengan memberikan beban kepada rakyat. Menaikan harga BBM untuk menekan beban APBN ini langkah paling instan dan paling mudah, tapi sekaligus juga menunjukkan pemerintah tak kreatif tak punya hati," pungkasnya.

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: