Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pertamina Kenalkan Keliki sebagai Desa Berbasis EBT pada Dunia

Pertamina Kenalkan Keliki sebagai Desa Berbasis EBT pada Dunia Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memperkenalkan desa Keliki, Ubud, Gianyar Bali sebagai Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Eco-Village, dan Agriculture berbasis energi baru terbarukan di salah satu Desa Energi kepada para delegasi negara-negara G20.

Di Keliki, tercatat delapan titik solar PV terpasang dengan total kapasitas terpasang sebesar 28 kWp, dipasang bersama oleh tim GoGerilya Kementerian ESDM, Society of Renewable Energy (SRE), dan mahasiswa Universitas Udayana. Solar PV yang terpasang di desa tersebut setara dengan pengurangan emisi karbon setara 36.750 kg CO2 per tahun.

Mengalirkan air ke sawah warga, pompa air bertenaga surya berkapasitas 2,5 kWp menjadi salah satu yang menarik perhatian. Tak hanya ramah lingkungan, ini juga menjadi solusi permasalahan kekurangan air irigasi.

Baca Juga: Peralihan EBT Jadi Kunci Tekan Dampak Negatif Perubahan Iklim

Salah seorang seorang petani Desa Keliki, I Ketut Sulastra mengungkapkan pompa air tenaga surya ini memberi manfaat bagi petani dalam bercocok tanam, terutama yang berada di hilir dalam menghadapi kondisi musim kering karena surutnya pengaliran air untuk irigasi ke sawah.

"Permasalahan yang ada di Desa Keliki, pada saat musim kering yang mana airnya kecil dari hulu, kemudian itu tidak sampai ke bawah membuat bercocok tanam mengalami kendala hingga terlama bisa 2 sampai 3 minggu. Sekarang lancar," ujar I Ketut Sulastra dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (16/9/2022). 

Tak hanya itu, selain untuk memenuhi kebutuhan pengairan, air dari sumber tersebut juga dimanfaatkan untuk air minum warga.

"Di samping itu juga kebutuhan air ini untuk air minum. Biasanya diambil dengan membawa jerigen yang kecil," ujarnya. 

Baca Juga: Mentan Sebut Kalau Beras Mahal Masih Ada Sagu, Said Didu Nyeletuk: Jika Harga Sagu Naik Makan Apa Lagi?

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: