Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kebocoran Data Kian Marak, Muhaimin: Indonesia Darurat Kejahatan Siber

Kebocoran Data Kian Marak, Muhaimin: Indonesia Darurat Kejahatan Siber Kredit Foto: The Technical Traders
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar mendorong Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk lebih serius menangani masalah kebocoran data dan serangan siber yang belakangan terjadi di Indonesia.

"Saya minta BSSN lebih serius lagi, lebih memperkuat lagi sistem keamanan siber kita. Apalagi sekarang penambahan pagu anggaran yang sudah disetujui DPR," kata Muhaimin di Jakarta, kemarin.

Muhaimin menegaskan Indonesia saat ini sedang darurat teknologi informasi. Di sisi lain situasi tersebut dinilainya sebagai momentum untuk mereformasi total sistem informasi agar tak mudah diobok-obok pihak tak bertanggungjawab.

"Saya tegaskan saat ini kita darurat teknologi informasi. Begitu mudahnya data-data kita diobok-obok hacker. Dan ini sekaligus jadi momentum untuk reformasi sistem teknologi kita," ungkap dia.

 Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lantas mendorong BSSN untuk tak ragu merekrut tenaga profesional dan ahli IT sebanyak mungkin. Di samping itu, upgrade teknologi juga tak kalah penting untuk segera direalisasikan.

"BSSN jangan sungkan rekrut tenaga profesional yang ahli di bidang IT, lebih banyak lebih baik. Tapi juga penting upgrade juga teknologinya,” jelasnya.

Sebelumnya komisi I DPR menyetujui pagu anggaran BSSN tahun 2023 sebesar Rp624 miliar . Anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan dua program, yaitu manajemen badan siber dan sandi negara sebesar Rp407 miliar dan program keamanan dan ketahanan siber dan sandi negara sebesar Rp217 miliar.

Baca Juga: Motif Utama Pembunuhan Joshua Bukan Pelecehan Seksual, Refly Harun Membongkarnya: Ini Jauh Lebih Menentukan

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: