Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Loyalis Puan Maharani Mau Buat Dewan Kolonel, Loyalis Ganjar Pranowo: Kami Tertantang!

Loyalis Puan Maharani Mau Buat Dewan Kolonel, Loyalis Ganjar Pranowo: Kami Tertantang! Kredit Foto: Instagram/Immanuel Ebenezer
Warta Ekonomi, Jakarta -

Heboh loyalis Puan Maharani yang berisikan anggota fraksi PDIP ingin mebentuk Dewan Kolonel menjadi sorotan publik.

Mengenai hal ini, Ketua Relawan Ganjar Pranowo Mania, Immanuel Ebenezer atau Noel menanggapi terkait Dewan Kolonel (Dekol) sebagai struktur informal di dalam Fraksi PDIP untuk memajukan Puan Maharani (Puan) sebagai Capres 2024.

Menurutnya, dengan adanya ini membuat Dewan Kopral merasa semangat dan tertantang.

"Ya kami tanggapi dengan semangat dan merasa tertantang saja ada Dewan Kolonel. Kita bikin Dewan Kopral kok untuk mendukung Ganjar. Fokus kami untuk membuat Ganjar menang di Pilpres 2024," katanya dilansir dari Republika.co.id pada Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Elektabilitas PDIP dan Gerindra Merosot, PKS Melesat Masuk 3 Besar Hasil Survei, Nggak Nyangka, Alasannya Bikin Semua Melongo!

Kemudian, ia melanjutkan seperti arahan dari Ganjar Pranowo polemik ini harus dihadapi dengan menahan diri. Sehingga, ia menurut dengan arahan tersebut.

"Kata Pak Ganjar tidak boleh terlalu larut dengan polemik ini. Dan juga harus menahan diri. Ya kita menurut, yang penting substansi Dewan Kopral tetap berjalan," kata dia.

Ia menjelaskan, Dewan Kopral berisikan pendukung Ganjar yang memiliki semangat perjuangan. Dewan Kopral pun memiliki singkatan yaitu Komando Perjuangan Rakyat Jelata. "Tujuan kami agar Pak Ganjar memiliki tiket di Pilpres 2024.

Kami akan menahan diri untuk sementara. Biar lebih kondusif lagi dan tidak merugikan Pak Ganjar," kata dia.

Baca Juga: Super Artha Gadai Resmi Kantongi Izin OJK

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: