Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh... Survei: Anak Muda Merasa Tidak Bebas Kritik Pemerintah

Waduh... Survei: Anak Muda Merasa Tidak Bebas Kritik Pemerintah Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah lembaga survei merilis hasil surveinya mengenai keterpilihan kandidat capres untuk pilpres 2024 nanti.

Selain itu, Survei terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan bahwa ada penurunan dukungan terhadap demokrasi di kalangan anak muda. Penurunan demokrasi ini diduga terjadi karena besarnya persentase anak muda yang merasa tidak bebas mengkritik pemerintah. 

Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes mengatakan, survei yang digelar pada Agustus 2022 menunjukkan bahwa terdapat 63,8 persen responden yang mendukung demokrasi. Terjadi penurunan dukungan jika dibandingkan dengan hasil survei serupa yang dilakukan CSIS pada tahun 2018, di mana dukungan demokrasi masih 68,5 persen.

Baca Juga: Diocehin Gegara Dukung Anies Baswedan Terus, Rocky Gerung Siap Promosikan Ganjar Pranowo: Tergantung, Apakah Tim Ganjar…

"Kami duga, turunnya dukungan publik terhadap demokrasi ini ... terjadi karena aspek kepuasan terhadap praktik demokrasi itu sendiri," kata Arya saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Senin (26/9/2022).

Dalam survei terbaru ini, kata Arya, sebanyak 62 persen responden mengaku puas dengan praktik demokrasi. Sedangkan 35,9 persen lainnya mengaku tidak puas. Tingginya angka ketidakpuasan itu berkaitan dengan kebebasan sipil yang dirasakan anak muda itu sendiri.

Arya mengatakan, dalam survei ini, pihaknya menguji persepsi anak muda terhadap enam indikator kebebasan sipil. Mulai dari kebebasan mengkritik pemerintah; kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum; kebebasan pers; kebebasan berekspresi di ruang publik; kebebasan berserikat, berkumpul dan berorganisasi; dan kebebasan akademik. 

Dari enam indikator tersebut, lima indikator di antaranya mendapat persentase di atas 70 persen. Artinya, 70 persen lebih responden menilai ada kebebasan.

Satu indikator yang mendapat persentase di bawah 70 persen adalah kebebasan menyampaikan kritik kepada pemerintah. Persinya, 43,9 persen responden merasa tidak bebas menyampaikan kritik kepada pemerintah, dan 54,3 persen lainnya merasa bebas. "Pada satu indikator ini, (persepsi) populasi anak muda terbelah," ujar Arya.

Baca Juga: Imbal Hasil Bagus, Asuransi Jiwa Banyak Berinvestasi di Saham dan SBN

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: