Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi: Kita Harus Kompak dan Bersatu Tangani Inflasi

Jokowi: Kita Harus Kompak dan Bersatu Tangani Inflasi Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa momok terbesar negara sekarang ini adalah inflasi yakni kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi di semua negara.

Jokowi mengatakan, inflasi di semua negara yang biasanya hanya di angka satu, sekarang sudah lebih dari 8, lebih dari 10 bahkan ada yang sudah di atas 80%.

Oleh sebab itu terangnya, semua kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan stakeholder harus kompak, harus bersatu dalam menangani inflasi ini. Mulai dari tingkat pusat, kabupaten/kota sampai ke level bawah harus sejalan, seperti pada saat menangani wabah Pandemi Covid-19.

"Kalau Covid-19 kita bisa bersama-sama, urusan inflasi ini kita juga harus bersama-sama," katanya, pada saat memberikan pengarahan terkait inflasi di daerah, tindak lanjut aksi afirmasi bangga buatan Indonesia dan sasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Kamis (29/9).

Jokowi menerangkan, kalau di negara lain urusan inflasi itu adalah urusannya bank sentral. Caranya dengan menaikkan interest rate nya sekian basis poin, sehingga kredit dan uang yang lari ke masyarakat juga terhambat  dan inflasinya menjadi turun.

Akan tetapi menurutnya, teori-teori seperti itu sekarang juga tidak menjamin bahwa inflasi itu akan turun. Oleh sebab itu sebutnya di Indonesia antara fiskal dan moneter harus berjalan beriringan.

"Saya senang bank sentral kita dan Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian semua berjalan beriringan dan rukun tanpa kita mengintervensi independensi dari Bank Indonesia," ungkapnya.

Presiden menyebutkan, yang lebih penting dalam situasi saat ini adalah bukan ngerem uang beredarnya, tetapi bagaimana menyelesaikan di ujungnya yaitu kenaikan barang dan jasa."Itu menjadi tanggung jawab kita semuanya," ungkapnya.

Jokowi menegaskan, yang ditakutkan saat ini adalah inflasi dari pangan, bahan makanan. Karena ini juga menjadi kontributor terbesar inflasi hingga Agustus tahun 2022 ini.

Sebutnya, urusan cabe merah, urusan bawang merah, urusan telur ayam, urusan tomat, urusan tahu, mie instan urusan tempe dan beras, juga perlu berhati-hati.

"Hati-hati barang-barang ini tolong dilihat betul, cek harian. Karena saya setiap hari itu dapatnya angka-angka seperti ini. Setiap pagi tidak pernah sarapan, tidak pernah makan pagi, tapi diberi sarapan nya angka-angka," ucapnya.

Baca Juga: Kantongi Restu OJK, Bank Bjb Resmi Masuk Jadi Pemegang Saham Bank Bengkulu

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: