Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dulu SBY, Politikus NasDem 'Ramal' Golden Boy of USA Selanjutnya: Anies Baswedan

Dulu SBY, Politikus NasDem 'Ramal' Golden Boy of USA Selanjutnya: Anies Baswedan Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus senior Partai NasDem, Zulfan Lindan, kembali menyinggung gelar Golden Boy of USA atau anak emas Amerika Serikat. Gelar itu disebut-sebut sebagai gelar masa lalu dari Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam perbincangannya di Kanal YouTube Total Politik, Zulfan menyebutkan Amerika Serikat sebagai negara adidaya memiliki pengaruh pada kancah politik negara lain, termasuk Indonesia. Dia mulanya menyebutkan peran Central Intelligence Agency atau CIA alias badan intelijen AS dalam menjegal, menggulingkan, hingga kudeta seorang presiden.

Baca Juga: Anies Menang Lawan Ganjar dan Prabowo jika Head to Head, Pengamat Teringat Omongan SBY

"Jadi peran CIA itu sangat besar, dan kita lihat di Timur Tengah, misalnya bagaimana peran CIA, Mossad, mengganggu Syria, mengganggu Lebanon, Iran semuanya. Jadi kita tidak bisa bilang itu tidak bisa," kata Zulfan saat diskusi di Kanal YouTube Total Politik.

Membahas soal Amerika, Zulfan Lindan kemudian menyebutkan bahwa SBY sebagai Presiden keenam Indonesia sempat menjadi anak emas untuk negara super power tersebut.

"Itu kesimpulannya, orang mengatakan, apa kesimpulannya? Gelar SBY itu orang jangan lupa, disebutkan sebagai the golden boy of America, ya kan? Kita dengar itu," katanya.

Meski sudah disangkal sendiri oleh SBY, Zulfan menyebutkan bahwa predikat Golden Boy pada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sudah menjadi rahasia umum.

Baca Juga: OJK Fokus Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Hingga ke Daerah

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: