Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Basuki Hadimuljono Dorong Kampus Hasilkan Inovasi Teknik Rekayasa Gempa

Basuki Hadimuljono Dorong Kampus Hasilkan Inovasi Teknik Rekayasa Gempa Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mendorong para peneliti di kampus untuk menghasilkan banyak inovasi teknologi teknik rekayasa gempa untuk mendukung konstruksi pembangunan rumah, bangunan dan infrastruktur tahan gempa.

Pasalnya, menurut Basuki Indonesia merupakan negara yang berada di daerah kawasan bencana terutama pada bencana gempa bumi.

Ia menyebutkan setiap kejadian bencana gempa bumi yang melanda tanah air selama ini banyak menelan korban jiwa dan kerugian materi akibat kerusakan bangunan rumah penduduk dan bangunan milik pemerintah.

Basuki menyebutkan beberapa kejadian bencana gempa bumi yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir seperti gempa bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006, gempa bumi di Aceh tahun 2016, gempa Lombok NTB tahun 2018, gempa Palu tahun 2018 dan gempa Mamuju tahun 2021.

“Negara ini rentan terkena bencana gempa bumi. Pemerintah menyiasatinya dengan menyiapkan desain bangunan dan infrastruktur yang tahan gempa dengan ukuran sesuai dengan konsep mitigasi bencana,” kata Basuki dalam Konferensi Internasional tentang Rekayasa Gempa (ICEEDMS) ke-5, kemarin.

Kementerian PUPR, kata Basuki, untuk mengantisipasi risiko kerusakan akibat gempa bumi terus melakukan kegiatan mitigasi pada proyek pembangunan perumahan dan proyek pembangunan infrastruktur dengan konsep desain tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Bahkan, berbagai proyek bendungan dan jembatan juga menggunakan konstruksi tahan gempa. “Dari desain bangunan jembatan, DAM hingga konstruksi infrastruktur lepas pantai. Kita selalu melakukan evaluasi kinerja seismik dan menerapkan rehabilitasi struktur bangunan dengan desain tahan gempa,” ujarnya.

Selain itu, Basuki sempat menyinggung di berbagai kota besar di Indonesia saat ini bermunculan bangunan bertingkat yang diharuskan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa.

Termasuk pembangunan asrama mahasiswa hingga pembangunan Rumah Instan Sederhana dan Sehat (RISHA) sebagai perwujudan sebuah rumah dengan desain modular, dimana dapat diubah-ubah atau dikembangkan sesuai dengan keinginan penghuninya. Rumah sederhana tersebut mampu dibangun dengan cepat dan memiliki kemampuan tahan gempa.

Baca Juga: Basuki Targetkan Tol Cisumdawu Seksi 1-4 Beroperasi Akhir Tahun

Basuki menilai desain bangunan dan infrastruktur tahan gempa selalu mengalami perkembangan sehingga perlu sinergi antara pemerintah dengan para peneliti di Kampus.

“Saya melihat perlu ada harmoni dan  sinergi antara riset teknik rekayasa gempa, pihak industri dan pemerintah untuk mendukung kegiatan mitigasi kegempaan baik di Indonesia dan di negara lainnya,” pungkasnya.

Baca Juga: OJK Bakal Evaluasi Semua Produk Saving Plan di Industri Asuransi

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: