Kritik Tokoh Politik-Pemerintahan saat Ini, Rocky Gerung: Yang Ada Cuma Isi Tas Makin Tebal
Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung
Tokoh politik maupun pemerintahan saat ini disebut berbeda dengan karateristik tokoh yang muncul pada masa Soekarno hingga Sutan Sjahrir.
Pandangan itu disampaikan pengamat politik Rocky Gerung. Menurutnya, tokoh-tokoh masa lalu tersebut tidak berkeinginan untuk menumpuk kekayaan.
Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Kapolri yang Sebut Morowali Dipicu Provokator: Pahami Dulu Problem Strukturalnya
"Sebetulnya kita punya pelajaran etik yang panjang dalam sejarah kita, yang kita persoalkan kenapa tiba-tiba bangsa ini jadi rakus, bangsa ini jadi arogan," ucapnya dalam kanal YouTube-nya, Rabu, (18/1/2023).
Contoh kecilnya saja, kata dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengetahui jual beli perizinan, tapi hanya diam.
"Transaksi ada di depan mata pun Sri Mulyani tahu bagaimana jual-jual beli amplop dan jual beli perizinan itu. Tapi diam doang padahal dia mengerti apa yang sebetulnya terjadi dalam di awal sejarah kita," katanya.
"Sebagai anak FE UI pasti diajarin tentang sejarah awal pemikiran ekonomi Indonesia lewat Muhammad Hatta, pikiran-pikiran awal tentang koperasi Sutan Syahrir itu dikenal sebagai kemampuan diplomasinya atau selalu tampil perlented tapi sebetulnya dompetnya gitu kan,” tutur Rocky.
Menurutnya saat ini, para menteri tidak mencontoh pemimpin-pemimpin awal Indonesia karena disibukkan dengan transaksi itu.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tenaga Kerja Lokal Vs China, Rocky Gerung Sebut Rusuh di Morowali Disebabkan karena...
"Kita nggak pernah bayangkan misalnya perdebatan politik di awal kemerdekaan itu ada di kabinet hari ini, ada di kepala Ganjar, ada di kepala Erick Thohir, ada di kepala segala macam. Jadi betul-betul kita kekurangan intelektualitas dalam politik. Itu soalnya dan yang ada adalah isi tas doang kita yang makin tebal," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Puri Mei Setyaningrum
Tag Terkait: