Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bidik Dana IPO hingga Rp165 Miliar, Teknologi Karya Digital Nusa Siap Ekspansi di 2023

Bidik Dana IPO hingga Rp165 Miliar, Teknologi Karya Digital Nusa Siap Ekspansi di 2023 Kredit Foto: TRON
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan penyedia solusi sistem informasi berbasis telematika dan internet of things (IoT), PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas sebanyak-banyaknya 750 juta Saham Biasa Atas Nama atau sebanyak-banyaknya 25,42% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Saham baru ini dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 20 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 140 – Rp 220 per saham, sehingga dana yang akan diraih dari IPO ini sebanyak-banyaknya adalah sebesar Rp 165 miliar.

Dalam proses IPO ini, Perseroan menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (LeadUnderwriter). Masa Penawaran Awal (bookbuilding period) akan berlangsung pada 10 Februari 2023 hingga 20 Februari 2023 dan Masa Penawaran Umum akan berlangsung pada 28 Februari 2023 hingga 3 Maret 2023 dan target pencatatan saham (listing) di BEI pada 7 Maret 2023.

Direktur Utama Perseroan, David Santoso mengatakan langkah IPO adalah keputusan penting bagi perusahaan demi terus bertumbuh secara berkelanjutan. Apalagi segmen bisnis yang digarap yakni sistem informasi berbasis telematika dan IoT untuk pengembangan smart city berpotensi besar di Indonesia. Ditambah lagi, saat ini transportasi publik menjadi pilihan yang bisa diandalkan sehingga Intelligent Transportation System (ITS) menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

“Untuk ekspansi bisnis, dana hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, nantinya kami gunakan sekitar 30% untuk belanja modal dalam bentuk penambahan area operasional yang berlokasi di Jawa Barat” katanya, dalam Public Expose Penawaran Umum Saham Perdana TRON di Jakarta, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga: Soal Rencana IPO RANS, Begini Jawaban Raffi Ahmad

Dana IPO 30% tersebut juga dialokasikan untuk pengembangan sistem yang sejalan dengan ekspansi Perseroan yang akan dimulai secara bertahap pada kuartal II-2023. Transaksi perluasan area operasional juga akan dilakukan dengan pihak ketiga di kuartal II, sedangkan penambahan dan pengembangan sistem akan dilakukan dengan pihak ketiga pada kuartal III-2023.

“Dana IPO lainnya dipakai untuk modal kerja yang terdiri dari biaya operasional proyek pekerjaan pengembangan smart city dan business solution provider dalam aspek transportasi di berbagai kota di Indonesia, biaya tenaga kerja dan pembelian bahan baku produk serta pengembangan segmen distribusi penjualan produk dan layanan melalui jalur Business-to-Business (B2B) dan Business-to-consumer (B2C) yang digunakan untuk pengembangan lini usaha Business Process Outsourcing (BPO) merupakan usaha penyediaan infrastruktur teknologi informasi kepada operator transportasi yang memiliki hak operasi di suatu kota” kata David. 

Dalam kesempatan tersebut, Steffen Fang, Direktur Utama PT Surya Fajar Sekuritas, sebagai LeadUnderwritermengatakan penentuan harga IPO sudah memperhitungkan semua aspek dan mencerminkan valuasi yang menarik. “Dengan IPO TRON ini, kami berharap banyak masyarakat bisa memiliki saham yang berfundamental solid dengan valuasi harga yang menarik dan terjangkau.”
Baca Juga: Perkuat Industri Nikel, Hillcon Gelar IPO Tawarkan 442,300 Juta Saham

Bersamaan dengan IPO ini, Perseroan juga mengadakan Program Kepemilikan Saham Pegawai Perseroan (Employee Stock Allocation/ESA) melalui penjatahan saham, sebanyak-banyaknya 5% dari jumlah penerbitan saham baru yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak-banyaknya 37.500.000 saham.

Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 375.000.000 Waran Seri I yang menyertai saham baru sebanyak-banyaknya 17,05% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran ini diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.

Setiap pemegang 2 saham baru, berhak mendapat 1 Waran Seri I, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan. Harga pelaksanaan waran yakni Rp 250 per saham sehingga total hasil pelaksanaan waran sebanyak-banyaknya Rp 93.750.000.000. Pelaksanaan waran berlaku 7 September 2023 sampai dengan 7 Maret 2025.

David Santoso selaku Direktur Utama Perseroan mengatakan, kebutuhan di sektor transportasi publik pada kota-kota besar di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar bagi perseroan untuk dapat memberikan solusi layanan ITS. TRON sebagai yang pertama mengimplementasikan secara menyeluruh ekosistem transportasi cerdas di Indonesia dan pioneer dalam menerapkan sistem tiket berbasis akun (Account Based Ticketing/ABT) untuk menjembatani kesenjangan inovasi tiket transportasi saat ini di Indonesia dan masa depan.

ABT adalah evolusi sistem pengumpulan tarif (tiket), dari tiket berbasis kartu menjadi berbasis akun, di mana informasi tentang kepentingan untuk bepergian disimpan di back-office dalam bentuk akun digital. Pendekatan ini memberi banyak keuntungan bagi pelaku perjalanan, termasuk kemungkinan membayar biaya perjalanan dengan cara yang modern dan nyaman menggunakan tiket digital (QR, QRIS, dll) dan apabila kartu hilang dapat diblokir/dinonaktifkan. Sedangkan bagi operator, sistem ini membuat biaya penyiapan dan operasional menjadi lebih rendah, dibandingkan dengan solusi tiket berbasis kartu yang memerlukan pemprograman ulang kartu perjalanan secara konstan.

Sebelum IPO, saham Perseroan dipegang PT Daya Kemilau Nusantara Investama 99,80%, David Santoso 0,14% dan Rudy Budiman Setiawan 0,06%. Setelah IPO, komposisinya yakni PT Daya Kemilau 74,43%, David Santoso 0,11%, Rudy Budiman 0,04%, dan investor publik 25,42%.

Pendapatan Perseroan per November 2022 mencapai Rp 84,04 miliar, melesat 216% dari November 2021 Rp 26,59 miliar. Sedangkan laba bersih Rp 13,40 miliar dari November sebelumnya Rp 4,50 miliar. Aset tercatat Rp 83,37 miliar dari Desember 2020 Rp 30,97 miliar, dengan ekuitas Rp 60,18 miliar dari Desember 2020 Rp 19,17 miliar.

Adapun, masa Penawaran Awal (bookbuilding period) dilaksanakan pada 10 Februari – 20 Februari 2023, perkiraan masa penawaran umum 28 Februari-3 Maret 2023, perkiraan tanggal penjatahan 3 Maret 2023, perkiraan tanggal pencatatan saham dan Waran Seri I di BEI 7 Maret 2023..

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: