Ekonom: Penyelesaian Transaksi Ganjil Rp300 Triliun di Kemenkeu Sangat Politis
Kredit Foto: Alfida Rizky Febrianna
“Sekarang sudah digitalized mafia yang eselon III ini begitu powerfull yang ternyata di dalam rekeningnya ada Rp500 miliar transaksi dan itu baru ditemukan. Bisa saja menurut dugaan itu nilainya triliunan. Dan itu berarti ada mafia-mafia pajak yang lain yang jumlahnya entah berapa yang ini adalah kewajiban dari para penegak hukum. Yang saya heran KPK diam saja dan DPR diam saja, nilai kolosal Rp300 T yang jelas sudah dinyatakan sebagai mencurigakan, ada unsur tindak pidana pencucian uang," jelasnya.
Lanjutnya, berdasarkan temuan IMF jika dikonversi maka seharusnya Indonesia bisa mempunyai pendapatan pajak sebesar Rp3.200 triliun, seharusnya ada sense of crisis dari Menteri Keuangan.
Melihat peristiwa dunia di mana ada tiga bank besar yang bangkrut, salah satunya Silicon Valley Bank, dan hari ini bank nomor terbesar di Swiss bangkrut, juga seperti Elon Musk mengatakan bahwa ini adalah awal dari great depression.
Dari hal tersebut, pemerintah harus hati-hati menyelesaikan Rp300 triliun ini tidak secara politis. Dengan begitu, ia meminta Presiden untuk memerintahkan Ketua KPK untuk melakukan penyelidikan terhadap Rp300 triliun itu.
"Jika ditemukan alat bukti, maka lanjutkan dengan melakukan penyidikan. Jika terbukti, maka harus dibongkar kemudian lakukan re-engineering atau reformasi manajemen keuangan negara. Kekuasaan Menteri Keuangan ini sangat besar dan terbesar di dunia. Dia mengurus semuanya dari mulai penerimaan negara, perjanjian utang luar negeri, pabean, cukai bahkan juga jadi Ketua KSSK (Ketua Stabilitas Sistem Keuangan)," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti
Advertisement