Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pembangunan Tahap Satu Hampir Rampung, Synthesis Karya Pratama Siap Luncurkan Rumah Tipe Baru di Synthesis Huis Jakarta Timur

Pembangunan Tahap Satu Hampir Rampung, Synthesis Karya Pratama Siap Luncurkan Rumah Tipe Baru di Synthesis Huis Jakarta Timur Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengembang properti Synthesis Karya Pratama melalui proyek hunian  Synthesis Huis di Jakarta Timur tengah menggenjot penyelesaian pembangunan unit tahap satu agar dapat melakukan serah terima pada Oktober tahun 2023 mendatang.

“Kami targetkan pada 6 bulan ke depan,  September – Oktober  dapat dilakukan serah terima 20 hingga 30 unit,” ujar Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis saat ditemui di Marketing Gallery Synthesis Huis, Cijantung Jakarta Timur, Kamis (13/4/2023).

Seperti di ketahui saat ini proyek hunian Synthesis Huis sedang dibangunan puluhan unit rumah dari beberapa tipe yakni Tipe Passa, Mattlig dan Lang yang telah memasuki tahap akhir. kemudian akan dilanjutankan dengan pembenahan infrastruktur dan akses pembangunan lingkungan penunjang lainya.

“Tahun ini merupakan momentum pembuktian kami kepada konsumen dalam hal penyelesaian pembangunan sesuai target yang direncanakan. Dengan demikian, jika pengembangan Synthesis Huis terwujud, tentunya unit yang tersisa akan mudah dijual,” urainya.

Menurut Aldo, hingga kini penjualan unit tahap awal telah mencapai 70%. Pihaknya juga telah menggandeng sejumlah perbankan ternama untuk memudahkan pembeli melalui pembiayaan KPR. Bahkan untuk menjaring calon konsumennya, Synthesis Huis bekerja sama dengan para agent property besar di Indonesia. 

Proyek Synthesis Huis menawarkan berbagai tipe rumah yakni untuk rumah tipe Safford (2 lantai ) dengan luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 72 meter persegi ditawarkan dengan harga Rp1,8 miliar.

Lalu bangunan 3 lantai ditawarkan tipe Passa berukuran luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 127 meter persegi dengan harga Rp2,5 miliar. 

Untuk tipe Mattlig dengan luas tanah 72 meter persegi dengan luas bangunan 142 meter persegi ditawarkan dengan harga Rp2,9 miliar. 

Tipe tertinggi yakni tipe Lang berukuran luas bangunan 179 meter persegi dengan luas tanah 90 meter persegi ditawarkan dengan harga Rp3,5 miliar.

Menurutnya Aldo, hadirnya Synthesis Huis di wilayah Cijantung Jakarta Timur dapat dijadikan pilihan hunian bagi semua kalangan termasuk eksekutive milenial.

“Kami tidak hanya mengembangkan hunian yang nyaman, tetapi juga menawarkan pilihan investasi yang tepat karena lokasi Synthesis Huis sangatlah strategis, dekat ke mana-mana dan aksesnya mudah dijangkau. Kami juga berupaya melakukan banyak hal untuk mempermudah konsumen memiliki hunian di Synthesis Huis.” 

Tak hanya berkomitmen menyelesaikan pembangunan kawasan residensial, dalam waktu dekat rencananya PT Synthesis Karya Pratama melalui proyek Synthesis Huis juga bakal meluncurkan tipe rumah terbaru. Momentum tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pihak developer tidak hanya berusaha membangun kawasan sesuai rencana, tetapi juga berusaha melengkapi pilihan hunian sesuai kebutuhan masyarakat.

Beragam upaya dilakukan guna memaksimalkan rancangan desain, menata lingkungan hunian senyaman mungkin, termasuk menuangkan konsep yang menarik dan berbeda dengan kawasan residensial di Jakarta. Menawarkan segudang keunggulan konsep serta fasilitas.

“Bulan depan kami meluncurkan tipe baru, lebih cocok untuk milenial maupun senior milenial,” ujar Aldo 

Peluncuran tipe baru itu, menurut Aldo sejalan dengan progress pembangunan dan juga masukan dari para konsumen Synthesis Huis. “Selain harganya relatif terjangkau, tipe rumah terbaru yang nanti kami luncurkan diiharapkan dapat mudah terserap oleh masyarakat.”

Baca Juga: Konsisten dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan, Pertamina Group Ini Gaet Penghargaan IGA 2024

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi

Advertisement

Bagikan Artikel: