Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pemerintah Ajak Nelayan Pungut Sampah Plastik di Laut

Pemerintah Ajak Nelayan Pungut Sampah Plastik di Laut Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak nelayan baik skala kecil dan besar untuk menggencarkan aksi memungut sampah plastik di laut untuk mengurangi kerusakan ekosistem perairan.

“Dalam satu bulan menggerakkan partisipasi nelayan untuk ambil plastik di laut,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di sela Konferensi Tuna Indonesia di Legian, Kabupaten Badung, Bali, kemarin.

Untuk merangsang lebih banyak partisipasi nelayan, lanjut dia, KKP menjanjikan uang untuk jumlah pengumpulan sampah plastik dari laut. “Yang pasti kami ganti seharga ikan,” imbuh Sakti.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Balai Pengelolaan Informasi, Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP) melalui laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, teknis dalam pengumpulan dan penimbangan sampah yaitu nelayan setiap hari mengambil sampah plastik di laut.

Baca Juga: Temukan Dugaan Pelanggaran, Proyek Reklamasi Galangan Kapal di Batam Disetop

Kemudian dikumpulkan di sekretariat kelompok usaha bersama (KUB) nelayan dan tim dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) yang akan mendata jumlah sampah dan pembayaran kompensasi dari Bank Sampah selaku pihak yang membeli sampah plastik.

BPISDKP mencatat untuk kompensasi sampah plastik kresek bersih Rp3.500 per kilogram, plastik kemasan dihargai Rp25 per kilogram, aluminium Rp5.000 per kilogram, kaleng susu Rp1.000 per kilogram, minuman ringan kaleng Rp500 per kilogram.

Ada pun memungut sampah plastik di laut merupakan bagian dari implementasi ekonomi biru sebagai kebijakan KKP. Sakti menambahkan selain dari laut, upaya dari darat juga dilakukan yang dikoordinasi oleh Kementerian Kemaritiman dan Investasi.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat Indonesia berhasil mencegah lebih dari 200 ribu ton sampah plastik bocor sampai ke laut selama periode 2018-2022

Baca Juga: Kenapa Semakin Banyak Dewasa Muda Tetap Tinggal di Rumah Orang Tua?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: