Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dorong Pengembangan Biomassa Sawit, DPR: Masyarakat Butuh Energi Murah dan Mudah Diakses

Dorong Pengembangan Biomassa Sawit, DPR: Masyarakat Butuh Energi Murah dan Mudah Diakses Kredit Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI Dengan Korporasi Subholding Pertamina, Anggota Komisi VI DPR sekaligus Anggota Badan Anggaran, Nevi Zuarina, menyoroti beberapa isu kunci terkait dengan bahan bakar LPG 3 kg dan pengembangan pembangkit tenaga biomassa dari tandan kelapa sawit.

Politisi PKS ini mengawali pernyataannya dengan menggarisbawahi pentingnya LPG 3 kg sebagai salah satu bahan bakar penting bagi masyarakat Indonesia, terutama yang berpenghasilan rendah. Ia menyoroti bahwa LPG 3 kg adalah kebutuhan pokok dan harus tetap terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Baca Juga: Bomba Grup Resmikan Mesin Penyediaan Air Bersih Di Kebun Sawit

“Dimasa datang, masyarakat akan lebih membutuhkan energi murah dan mudah diakses seperti energi gas alam yang di produksi PGN. Untuk itu, perkembangan pipanisasi gas oleh PT Pertamina Gas Negara mesti dapat memenuhi permintaan gas yang semakin meningkat, khususnya dalam memenuhi konsumen rumah tangga dan UMKM,” tegas Nevi.

Salah satu anggota wakil rakyat ini ini menyampaikan, terkait pengembangan pembangkit tenaga biomassa dari tandan kelapa sawit, ia menegaskan akan pentingnya pengembangan sumber energi berkelanjutan, seperti penggunaan tandan kelapa sawit untuk pembangkit tenaga biomassa. Ia mendukung langkah-langkah menuju efisiensi dan keberlanjutan dalam penggunaan sumber daya alam.

Selain itu, Nevi Zuairina juga juga mengajak para pemangku kepentingan, termasuk industri, untuk berkolaborasi dalam upaya mendukung proyek-proyek energi berbasis biomassa dan memperkuat sektor energi nasional.

Baca Juga: Pemerintah Jokowi Segera Benahi Tata Kelola Industri Kelapa Sawit, Begini Strateginya!

“Saya mengusulkan kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan industri, termasuk Pertamina, untuk mendukung pengembangan proyek energi berbasis biomassa ini. Ia mungkin menyoroti insentif yang dapat diberikan kepada perusahaan yang berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan,” tutup Nevi Zuairina.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: