Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Harus Tahu! Saat ini Lebih Banyak Masyarakat Menilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk Ketimbang Baik

Jokowi Harus Tahu! Saat ini Lebih Banyak Masyarakat Menilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk Ketimbang Baik Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mayoritas masyarakat memandang “sedang” kondisi perekonomian di bawah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Hal ini berdasarkan rilis survei terbaru yang dikeluarkan lembaga survei Indikator Politik Indonesia.

Disebutkan 42,4 persen masyarakat merasa perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi sedang-sedang saja.

Meski demikian ada catatan di mana disebutkan ketimbang yang menilai baik, angka masyarakat yang menilai kondisi perekonomian buruk lebih banyak.

“Umumnya kondisi ekonomi dinilai sedang, tapi lebih banyak yang menilai buruk/sangat buruk ketimbang yang menilai baik/sangat baik,” demikian bunyi rilis Indikator, dikutip Sabtu (10/12/23).

Hal ini berdasar temuan di mana masyarakat yang merasa bagus/baik dengan perekonomian saat ini mencapai angka 26 persen yang mana sama dengan masyarakat yang merasa perekonomian saat ini buruk.

Baca Juga: Investor Asing Belum Ada di IKN, Jokowi: Masa Satu Saja Ndak Ada...

Perbedaan mendasar terdapat pada masyarakat yang menilai perekonomian saat ini sangat bagus hanya mencapai angka 1,4 persen, sedangkan masyarakat yang menilai perekonomian sangat buruk mencapai 3,5 persen. Sebanyak 0,7 persen tidak tahu/tidak jawab.

“Persepsi negatif masih lebih banyak ketimbang positif,” lanjut bunyi rilis tersebut.

Untuk diketahui, survei indikator yang dilakukan tatap muka secara nasional yang dilakukan pada 23 November-1 Desember 2023 menggunakan penarikan sampel metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1200 orang yang berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional, kemudian dilakukan oversample di 15 Provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Papua. Sehingga total sample sebanyak 5.380 responden.

Baca Juga: Anies Baswedan Tawarkan 'Satu Kemakmuran' untuk Indonesia di Hadapan Warga Muhammadiyah

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: