Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mitigasi Bencana, Mensos Risma Soroti Risiko Aliran Lahar Dingin Gunung Marapi di Sumbar

Mitigasi Bencana, Mensos Risma Soroti Risiko Aliran Lahar Dingin Gunung Marapi di Sumbar Kredit Foto: Laras Devi Rachmawati
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini memadukan peta aliran lahar dingin Gunung Marapi dengan kondisi pemukiman untuk mendapatkan data wilayah beresiko terdampak banjir lahar dingin di Sumatera Barat.

Peta aliran lahar yang diperoleh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan lokasi-lokasi yang beresiko terdampak aliran lahar jika terjadi hujan di hulu. Peta ini pula yang menjadi dasar Mensos Risma saat memindahkan lokasi pengungsian yang dikoordinir Kementerian Sosial.

Baca Juga: Apresiasi Penanganan Banjir di Luwu, Mensos Risma: Alhamdulillah Kompak

Sebelumnya, posko Kemensos di Kabupaten Tanah Datar berada pada kawasan dengan potensi terlanda aliran lahar dingin. Namun setelah Mensos Risma menggunakan geotag dan melakukan overlay dengan peta potensi lahar, posko langsung dipindahkan 1,7 km dari titik terluar zona aliran lahar Gn Marapi. 

Menurut Mensos Risma, banjir lahar dingin masih berpotensi terjadi. Informasi ini ia peroleh dari petugas Pos Pemantau Gunung Marapi  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mengatakan bahwa masih banyak tumpukan material pasca eruspi di kaldera yang berpotensi turun melalui aliran-aliran lahar. Untuk mengantisipasi dampak  tersebut, Mensos Risma akan menyiapkan pengungsian di titik aman bagi warga yang bermukim di jalur lahar dingin.

“Yang pertama yang harus  dilakukan adalah kita menyiapkan pengungsian lagi untuk menampung kemungkinan yang mereka selama ini tinggal di aliran-aliran lahar itu, terutama untuk lansia, perempuan, dan anak-anak,”  kata Mensos Risma saat sesi konferensi pers penanganan bencana banjir lahar dingin di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Jum’at (17/5).

Selanjutnya, Kemensos beserta pihak terkait akan membentuk posko 24 jam yang berfungsi memberikan informasi dan membantu masyarakat jika ada potensi bencana. Selain itu, Mensos Risma akan menyiapkan jalur evakuasi dan penanda jalur berbahaya untuk meminimalisir dampak bencana. 

Baca Juga: Kemensos Lahirkan 25.360 Wirausahawan Lewat PENA

Dikatakan Mensos Risma, Kemensos akan menyiapkan peta bencana yang bisa diakses oleh masyarakat luas dan dilengkapi dengan peta lokasi lumbung sosial. “Saya lagi nyiapkan untuk peta ini bisa diakses oleh masyarakat sehingga masyarakat mengetahui posisinya dengan geotag. Saya di sini aman atau enggak, begitu,” ungkap Mensos.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: