Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia, Ini Peran dan Capaian Pertamina

Jadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia, Ini Peran dan Capaian Pertamina Kredit Foto: Muhamad Ihsan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertamina, sebagai perusahaan energi kebanggaan Indonesia, memiliki peran krusial dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ketahanan energi menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan global seperti pandemi COVID-19 dan ketidakstabilan geopolitik. 

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menegaskan peran strategis Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini disampaikan oleh Nicke dalam salah satu sesi Pertamina Pemred Gathering 2024 di Bali, 22 Juni 2024.

Nicke Widyawati menjelaskan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-53 dunia pada tahun 2022 berdasarkan penilaian ketahanan energi. Meskipun demikian, pada saat pandemi dan ketegangan geopolitik yang mengganggu pasokan energi global, Pertamina mampu memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat Indonesia. 

Seluruh infrastruktur dan operasi tetap berjalan tanpa gangguan signifikan. Inventori yang memadai dan distribusi yang merata menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi.

Salah satu strategi yang digunakan adalah diversifikasi sumber pasokan energi. Pertamina tidak lagi bergantung hanya pada satu wilayah seperti Timur Tengah, melainkan telah memperluas sumber pasokan dari berbagai belahan dunia. Hal ini memungkinkan Indonesia tetap memiliki pasokan energi meskipun terjadi gangguan di satu wilayah tertentu, misalnya seperti ketika kilang minyak di Saudi Arabia diserang.

Baca Juga: Pertamina Pemred Gathering 2024: Nicke Widyawati Tekankan Pentingnya Kolaborasi dengan Media

Lebih lanjut, Nicke menjabarkan tentang keadilan energi mencakup dua aspek, yaitu aksesibilitas dan keterjangkauan harga. Di Indonesia, tantangan terbesar adalah memastikan akses energi yang merata di seluruh negeri, yang terdiri dari 17.000 pulau dan 280 juta penduduk. Saat ini, rata-rata aksesibilitas energi di Indonesia adalah 51,3 atau lebih rendah dari rata-rata dunia yang mencapai 75.

Untuk mengatasi tantangan ini, Pertamina telah menginisiasi program "One Village, One Outlet" untuk memperluas jangkauan distribusi energi hingga ke pelosok desa. Subsidi pemerintah juga memainkan peran penting dalam memastikan keterjangkauan harga energi bagi masyarakat. Namun, tantangan terbesar bukan hanya menurunkan harga energi, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam hal keberlanjutan lingkungan, Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui program dekarbonisasi yang diterapkan di berbagai sektor industri. Pertamina, sebagai pemain utama di sektor energi, berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon. Hingga kini, perusahaan telah berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 34% dari semua proses bisnisnya, melebihi pencapaian nasional yang berada di angka 31%.

Pertamina juga terus melakukan eksplorasi dan produksi minyak dan gas untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi. Dengan mengelola 24% blok migas di Indonesia, Pertamina mampu menghasilkan 69% produksi minyak nasional dan 34% produksi gas nasional. Selain itu, 21% dari produksi minyak Pertamina berasal dari blok migas di luar negeri, menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan energi secara global.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, Pertamina Hadirkan Knowledge Hub di Unpad

Dari sisi pengembangan, Pertamina telah mengambil langkah-langkah penting dalam mengembangkan infrastruktur energi. Perusahaan ini mengoperasikan kilang minyak dan jaringan pipa gas, termasuk proyek-proyek besar seperti RDMP Balikpapan yang menambah kapasitas kilang minyak nasional. Selain itu, Pertamina juga berperan dalam pembangunan infrastruktur gas di Indonesia Timur untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan meningkatkan pemanfaatan gas alam.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: