Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Petani Sungai Rebo Mengubah Nasibnya dengan Mina Padi

Petani Sungai Rebo Mengubah Nasibnya dengan Mina Padi Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rendahnya produksi padi karena terpengaruh kondisi pasang surut air menjadikan Dusun III Talang Andong, Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memiliki lahan yang tidak produktif.

Tak hanya itu, musim tanam hanya sekali dalam setahun, alat pertanian yang sederhana, serta terbatasnya pemasaran produk pertanian tidak mampu mendukung peningkatan  kesejahteraan masyarakat setempat, terutama para petani.

Namun, Abdul Patih, Ketua Kelompok Tani Bina Berkah, tidak berputus asa. Dia berupaya mengembangkan lahan pertanian luas yang dapat dikembangkan dengan penanaman sayuran dan peternakan.

"Kami tidak bisa berdiam diri jika ingin ada perubahan dalam hidup. Perubahan dapat kita wujudkan dengan berani mengambil peluang," ujar dia.

PT Kilang Pertamina Internasional Unit Plaju melihat masyarakat Desa Sungai Rebo memiliki potensi untuk dikembangkan karena memiliki kelompok tani yang aktif.

Selain itu, lahan pertanian yang tersedia cukup luas dan dapat dikembangkan dengan penanaman sayuran dan peternakan.

"Kami memutuskan untuk melakukan edukasi pembatan olahan pangan, edukasi pertanian dan pembuatan kompos, penangkaran bebek, hidroponik, dan lain-lain,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju Siti Rachmi Indahsari.

Kilang Plaju mendesain Program Mina Padi untuk mewadahi akivitas-aktivitas tersebut. Program TJSL ini akan dijalankan pada 2021-2025.

Pengembangan program ini bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: