Kredit Foto: Kemenperin
Dalam rangka mendukung pengembangan karier tenaga kerja industri, BPSDMI telah bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi 190 tenaga kerja industri. BPSDMI juga terus menyusun dan memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) guna memastikan keselarasan kompetensi SDM dengan kebutuhan industri.
Tak hanya menyiapkan tenaga kerja siap kerja, BPSDMI juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri. Sepanjang 2025, program ini telah membina 27 wirausaha baru di berbagai sektor industri dengan total omzet mencapai Rp8,6 miliar.
Kemenperin juga aktif mendukung Program Magang Nasional sebagai upaya mempercepat penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia industri. Pada batch ketiga program tersebut, Kemenperin menyediakan 635 lowongan magang di 54 satuan kerja, dengan jumlah pendaftar mencapai 13.377 orang.
Selain itu, penguatan kapasitas internal juga terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi aparatur. Sepanjang tahun 2025, Kemenperin telah melatih 1.178 aparatur sipil negara (ASN) melalui 35 program pelatihan, guna mewujudkan SMART ASN yang berintegritas, profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement