Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merasa sedikit aneh dengan pasar saham yang malah menguat di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Namun hal itulah yang dilihat pasar ketika Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Suara soal Kenaikan Gaji ASN di 2026, Jadi?
Ini disampaikan Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2025).
"Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan? Jadi mereka melihat justru sedikit positif kan? Agak aneh sebetulnya. Tapi itu yang dilihat pasar," ucapnya, dikutip Selasa (6/1).
Dirinya pun menilai nilai tukar rupiah juga akan menguat di tengah konflik tersebut. "Harusnya positif," lanjutnya.
Untuk diketahui, Presiden Venezuela dan istrinya ditangkap dinegaranya pada 3 Januari 2026 dan dibawa ke AS dalam operasi militer dibawah komando Donald Trump.
NicolasĀ dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke AS dengan bantuan gerilya Kolombi berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.
Tak hanya melakukan penangkapan, militer AS juga juga meluncurkan serangan udara presisi menghantam ibu kota, dan melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement