Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Tembus Rp17.000 dan IHSG Anjlok, Purbaya: Investor Jangan Takut, Pondasi Ekonomi KIta Jaga!

Rupiah Tembus Rp17.000 dan IHSG Anjlok, Purbaya: Investor Jangan Takut, Pondasi Ekonomi KIta Jaga! Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3/2026).

Purbaya menilai pelemahan rupiah tersebut salah satunya dipicu oleh pandangan sejumlah ekonom yang menyebut perekonomian domestik tengah menuju resesi.

“Rupiah Rp17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Daya beli sudah hancur,” ujar Purbaya di Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Namun demikian, ia menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak. Menurutnya, perekonomian nasional masih berada dalam fase ekspansi.

“Tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian. Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat pun belum. Kita masih ekspansi, bahkan masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” jelasnya.

Selain nilai tukar rupiah, pasar saham domestik juga mengalami tekanan pada awal perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat dibuka melemah sekitar 3% ke level 7.374,31 pada perdagangan Senin (9/3/2026).

Dengan kondisi tersebut, Purbaya meminta para investor tidak panik terhadap pergerakan pasar saat ini. Ia memastikan pemerintah terus menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat.

“Jadi investor di pasar saham tidak perlu takut, pondasi ekonomi kita jaga betul,” ujarnya.

Purbaya menambahkan pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis ekonomi sebelumnya, mulai dari krisis finansial Asia 1998 hingga gejolak global pada 2008–2009 serta pandemi Covid-19 pada 2020.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp16.946 Dibayangi Kenaikan Harga Minyak Dunia

Baca Juga: THR Pegawai Swasta Dipotong Pajak, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Baca Juga: Purbaya Ungkap Skenario Buruk Dari Lonjakan Harga Minyak, Defisit APBN Bisa 3,7%

“Kita juga menjaga ekonomi dengan kebijakan yang tepat. Jadi teman-teman tidak perlu takut, kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi berbagai gejolak yang terjadi,” kata dia.

Menurutnya, dengan langkah kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap dapat terjaga.

“Dengan langkah-langkah yang diperlukan, seperti pengalaman pada 2008, 2015, dan 2020, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri