Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi US$68,79 per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi US$68,79 per Barel Kredit Foto: PGEO
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat kenaikan harga minyak mentah Indonesia. Harga rata-rata Indonesian Crude Price atau ICP mengalami peningkatan pada Februari 2026.

Pemerintah menetapkan angka ICP sebesar US68,79 per barel bulan ini. Nilai tersebut naik US4,38 dibandingkan pada bulan Januari 2026.

Penetapan harga ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 115.K Tahun 2026. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga tersebut.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaiman memberikan penjelasan mengenai kondisi pasar global. Aktivitas militer di kawasan strategis memicu gangguan pada jalur distribusi energi.

Serangan terhadap fasilitas energi di Rusia turut meningkatkan sentimen negatif pasar. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran global terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Laporan International Energy Agency menunjukkan penurunan produksi minyak secara global. Negara-negara dalam kelompok OPEC+ juga tercatat mengurangi volume produksi mereka.

Keseimbangan pasokan minyak di pasar internasional kini menjadi semakin ketat. Penurunan stok produk minyak di Amerika Serikat ikut memengaruhi pergerakan harga.

Kondisi stok tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi energi. Aktivitas pengolahan minyak di Singapura juga tercatat mengalami kenaikan tipis.

"Kondisi tersebut berkontribusi terhadap semakin ketatnya keseimbangan pasokan minyak di pasar global," kata Laode.

Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (11/3): Isu Minyak Reda, Pasar Lega

China turut meningkatkan cadangan minyak strategis sebesar 1 juta barel. Langkah tersebut memperketat fundamental pasar minyak mentah dari sisi permintaan.

Pemerintah terus memantau fluktuasi harga energi global untuk menjaga stabilitas domestik. Perubahan harga ICP akan berdampak langsung pada perhitungan penerimaan negara sektor migas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat