Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Gas Pol Hilirisasi di Awal Tahun, Enam Proyek Groundbreaking di Januari

Pemerintah Gas Pol Hilirisasi di Awal Tahun, Enam Proyek Groundbreaking di Januari Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memastikan enam proyek hilirisasi akan mulai memasuki tahap groundbreaking pada Januari 2025 sebagai bagian dari percepatan realisasi 18 program hilirisasi nasional yang telah disepakati lintas kementerian. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor pengelolaan sampah hingga pertanian dengan nilai investasi besar dan skema padat karya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, enam proyek hilirisasi tersebut menjadi gelombang awal sebelum proyek lanjutan digarap pada Februari dan Maret 2025.

“Rencananya akan ada di bulan Januari, ada enam groundbreaking dari program hilirisasi yang kemudian nanti dilanjutkan di bulan Februari dan di bulan Maret untuk menyelesaikan kurang lebih 18 program hilirisasi yang sudah kita sepakati,” ujar Prasetyo di sela-sela kegiatan retret di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025).

Baca Juga: Danantara Segera Groundbreaking Lima Proyek Hilirisasi Senilai Rp100 Triliun

Salah satu proyek prioritas yang akan segera dikerjakan adalah pengembangan fasilitas waste to energy di 34 kabupaten/kota. Proyek ini menyasar daerah dengan volume sampah harian yang telah melampaui 1.000 ton per hari dan dinilai membutuhkan penanganan mendesak.

“Contoh yang pertama adalah berkenaan dengan Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” kata Prasetyo.

Baca Juga: Hilirisasi Mineral Jadi Cermin Arah Indonesia di Mata Dunia

Selain sektor pengelolaan sampah, pemerintah juga memprioritaskan program hilirisasi di bidang pertanian. Proyek-proyek tersebut mencakup pengolahan komoditas kopi, cokelat, dan pala yang selama ini masih didominasi ekspor bahan mentah.

“Itu program-program di bidang pertanian yang tadi sudah kami sebutkan, kopi, cokelat maupun pala, itu adalah salah satu program padat karya tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar,” ujar Prasetyo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: