Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

3 Tahap, Begini Rencana Trump Buat Venezuela

3 Tahap, Begini Rencana Trump Buat Venezuela Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) memiliki rencana tiga tahap untuk Venezuela. Hal ini menyusul invasi dan penculikan dari Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Sekretaris Negara Amerika Serikat, Marco Rubio mengatakan bahwa pihaknya memiliki tiga tahap, dimulai dengan stabilisasi negara, kemudian pemulihan ekonomi dan akhirnya fase transisi politik di Venezuela.

Baca Juga: Menteri Energi Trump: AS Harus Kendalikan Penjualan Minyak Venezuela

Rubio menjelaskan bahwa tahap pertama adalah stabilisasi untuk mencegah negara tersebut tterjun ke dalam kekacauan setelah operasi militer, termasuk kontrol atas minyak dari Venezuela.

AS dalam hal tersebut berencana mengambil antara tiga puluh juta hingga lima juta barel minyak yang tidak bisa dipindahkan karena pencekalan (quarantine) dan menjualnya dalam pasar global. Hasil penjualan akan dikelola sedemikian rupa agar menguntungkan pihak dari Venezuela dan AS.

Tahap kedua adalah pemulihan (recovery) yang mencakup memastikan perusahaan-perusahaan asing mendapat akses yang adil ke Venezuela. Di samping itu, rencana ini mencakup proses rekonsiliasi nasional, memberi amnesti dan membebaskan tokoh oposisi dari penjara atau membawa mereka kembali ke negara untuk membangun kembali masyarakat sipil. 

Tahap ketiga adalah transisi. Rubio tidak membeberkan detail spesifik tentang bagaimana proses transisi itu akan berlangsung dan kapan tepatnya akan terjadi. Ia mengatakan langkah-langkah ini akan saling tumpang tindih, namun pada akhirnya keputusan politik di tangan rakyat dari Venezuela.

Baca Juga: Uni Eropa Bersiap Hadapi Ancaman Perang Trump Demi Greenland

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejutkan dunia dengan manuver militernya yang melakukan invasi untuk menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Trump menyebut politikus itu terlibat dalam kartel narkoba yang menjadi benalu di AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: