Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Modal Himpun Dana Rp274 Triliun Sepanjang 2025

Pasar Modal Himpun Dana Rp274 Triliun Sepanjang 2025 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2025 mencapai sebesar Rp274,80 triliun melalui berbagai instrumen pasar modal. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa realisasi penghimpunan dana tersebut berada di atas target OJK yang dipatok sebesar Rp220 triliun. 

“Total nilai penawaran umum mencapai Rp274 triliun, di atas target Rp220 triliun. Ini termasuk di dalamnya 20 emiten baru yang melakukan Initial Public Offering (IPO),” jelas Inarno, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Pasar Modal Cetak Rekor, Penghimpunan Dana Capai Rp268 Triliun

Dari sisi penawaran umum perdana, OJK mencatat sebanyak 20 emiten baru melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2025. Dari aksi korporasi tersebut, dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp14,41 triliun. Selain IPO, penghimpunan dana juga berasal dari aksi Penawaran Umum Terbatas (PUT) atau rights issue. Melalui mekanisme ini, korporasi berhasil menggalang dana sebesar Rp47,97 triliun.

Kontribusi signifikan juga datang dari instrumen pendanaan berbasis utang. OJK mencatat penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang dilakukan oleh 11 korporasi dengan total nilai dana sebesar Rp10,63 triliun. 

Namun, porsi terbesar penghimpunan dana berasal dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBIS) Tahap I dan II. Dari 170 penerbitan, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp201,80 triliun.

Baca Juga: Generasi Muda Mendominasi, Investor Pasar Modal Tembus 20,32 Juta di Akhir 2025

Menurut OJK, struktur penghimpunan dana tersebut mencerminkan pemanfaatan pasar modal yang semakin beragam oleh korporasi, baik melalui instrumen ekuitas maupun surat utang. Aktivitas ini juga menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang.

Ke depan, OJK mencatat masih terdapat pipeline penghimpunan dana yang cukup besar. Hingga awal 2026, terdapat 29 rencana penawaran umum yang sedang dalam proses dengan nilai indikatif mencapai Rp22,28 triliun. Rencana tersebut terdiri atas 10 penawaran umum perdana dengan perkiraan nilai Rp1,66 triliun.

Selain itu, terdapat tiga rencana Penawaran Umum Terbatas senilai Rp6,66 triliun. Dari instrumen utang, OJK mencatat empat rencana penawaran umum EBUS dengan nilai indikatif Rp10,63 triliun. Sementara itu, terdapat 12 rencana penerbitan PUB EBIS Tahap I dan II dengan nilai mencapai Rp11,17 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: