Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Disebut The Next PANI oleh Anak Purbaya, Saham Pakuwon Jati (PWON) Meledak

Disebut The Next PANI oleh Anak Purbaya, Saham Pakuwon Jati (PWON) Meledak Kredit Foto: Pakuwon Jati
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melonjak tajam pada perdagangan Senin (12/1/2026) setelah pasar merespons komentar yang beredar di grup investasi media sosial Telegram. Sejak awal sesi perdagangan pukul 09.01 WIB, saham PWON melesat hingga 23,86% ke level Rp436 per saham, sebelum ditutup menguat ke Rp400 pada akhir sesi I.

Lonjakan harga saham tersebut terjadi setelah unggahan Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyinggung prospek proyek Pakuwon Mall Semarang. Komentar tersebut diunggah pada Jumat (9/1/2026) dan kembali ramai diperbincangkan pelaku pasar pada awal pekan ini.

“PWON akan jadi the next PANI? Dia akan buat Pakuwon Mall Semarang senilai Rp5,6 triliun di kawasan Gombel, Semarang. Proyek ini akan ditargetkan menjadi destinasi iconic baru di Kota Semarang,” tulis Yudo dalam pesan tersebut, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Lego Saham Bank JTrust (BCIC), Pengendali Kantongi Rp272,29 Miliar

Istilah the next PANI merujuk pada PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, emiten properti yang sahamnya mencatatkan lonjakan signifikan pada periode 2022–2024 seiring berbagai aksi korporasi dan ekspansi bisnis.

Selain menyinggung PWON, Yudo juga menilai sektor properti tertentu masih menarik di tengah kebijakan pelonggaran likuiditas. “Selain PWON, saham-saham perumahan subsidi juga menarik untuk dianalisis sejalan dengan kebijakan yang menambah likuiditas,” lanjutnya.

Pergerakan saham PWON berlanjut sepanjang pekan berjalan. Dalam sepekan terakhir, saham perseroan tercatat naik sekitar 25,15%, meskipun tekanan ambil untung mulai muncul menjelang siang hari pada perdagangan Senin.

Menanggapi dinamika pergerakan saham tersebut, Yudo mengingatkan pelaku pasar untuk tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi. “Tahan aja, kita lihat perkembangannya. Kalau perusahaannya rugi bertambah atau untungnya berkurang di laporan keuangannya, kita cut aja,” ujarnya.

Baca Juga: SSIA Alihkan Saham Batiqa Hotel ke Entitas Usaha, Nilainya Rp2,5 Miliar

Dari sisi fundamental, PWON tengah menyiapkan ekspansi melalui pengembangan Pakuwon Mall Semarang, yang menjadi proyek superblok perdana perseroan di Kota Semarang. Proyek ini dikembangkan dengan nilai investasi sebesar Rp5,6 triliun.

Direktur Business Development Pakuwon Jati, Ivy Wong, menyampaikan proyek tersebut akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pengembangan di atas lahan seluas 12,7 hektare.

“Untuk tahap pertama, proyek ini mencakup pusat perbelanjaan dengan Net Leasable Area 134.000 meter persegi, piazza berkapasitas 5.000 orang, serta Exhibition and Convention Hall,” ujar Ivy dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Selain pusat perbelanjaan, proyek Pakuwon Mall Semarang juga mencakup hotel bintang empat dan lima dengan total 538 kamar, ballroom berkapasitas hingga 3.000 orang, serta area parkir yang dapat menampung 5.000 mobil dan 3.000 sepeda motor.

Baca Juga: Dukung Tambang Emas Pani, Anak Usaha MDKA Teken Transaksi Rp39,37 Miliar

Baca Juga: Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya Bilang Gini

Pakuwon Jati merupakan pengembang properti yang berdiri sejak 1982 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1989. Perseroan memiliki portofolio properti terpadu di sejumlah kota besar, termasuk Surabaya, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Solo, Bali, Semarang, dan Batam, dengan fokus pada pusat perbelanjaan, hunian, perkantoran, dan perhotelan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: