Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OK OCE Forever dan Yayasan Indonesia Setara Ajari Ibu-ibu Pemasaran Produk Makanan dengan AI

OK OCE Forever dan Yayasan Indonesia Setara Ajari Ibu-ibu Pemasaran Produk Makanan dengan AI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

OK OCE Forever dan Yayasan Indonesia Setara (YIS) kembali berkolaborasi untuk menggelar pelatihan pengolahan produk makanan populer, yakni nugget dan dimsum mentai, sebagai upaya membuka peluang kerja dan usaha bagi para ibu rumah tangga. Pelatihan tersebut diikuti 50 peserta dan dilaksanakan di Aula Masjid Nurul Huda, Kukusan, Beji, Depok, pada Sabtu (10/1/2026).

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi melalui usaha rumahan.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Bisnis F&B Tetap Menjanjikan Jika Tepat Konsep dan Selaras Ekonomi Hijau

Menurut Sandiaga, nugget dan dimsum mentai dipilih karena merupakan produk makanan yang sedang diminati pasar, relatif mudah dibuat, menggunakan bahan baku terjangkau, serta mudah ditemukan.

“Lewat pelatihan ini, kami ingin mendorong kesetaraan dan menghilangkan stigma bahwa perempuan hanya berperan di rumah. Kaum ibu juga memiliki potensi besar untuk berdaya dan berkontribusi secara ekonomi,” ujar Sandiaga.

Selain keterampilan memasak, peserta juga dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) secara praktis untuk mendukung pemasaran produk, khususnya melalui media sosial.

“Dengan akal imitasi, pemasaran lewat media sosial menjadi lebih mudah. Cukup foto produk, tulis prompt, lalu unggah ke Instagram,” kata Sandiaga.

Ketua OK OCE Forever, Esti Dwi Gandini, menjelaskan bahwa sesi awal pelatihan difokuskan pada penguasaan keterampilan dasar pembuatan nugget dan dimsum mentai. Kedua menu tersebut dinilai fleksibel dan mudah dimodifikasi sesuai selera pasar.

“Selain hard skill memasak, peserta juga diajarkan penggunaan generative AI untuk membuat konten promosi. Bahkan, mereka langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama,” ujar Esti.

Dari tantangan tersebut, para peserta berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 250 potong nugget dan 235 potong dimsum. Dengan harga jual berkisar Rp2.000 hingga Rp3.500 per potong, total pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp1.177.500 dalam satu hari.

Esti menambahkan, setelah pelatihan tatap muka, program akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga pekan. Pendampingan tersebut bertujuan membantu peserta mengatasi tantangan usaha, memperkuat strategi pemasaran digital serta mengoptimalkan penerapan ilmu yang telah diperoleh.

Baca Juga: Agung Sedayu Group Resmikan Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading, Destinasi Wisata dan Kuliner Baru di Kelapa Gading

“Peserta akan dibimbing membuat konten promosi, mengembangkan strategi pemasaran, serta diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan masukan yang bisa langsung diterapkan dalam usaha mereka,” pungkas Esti.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: