Kredit Foto: Yayasan Indonesia Setara
Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering lebaran bagi para ibu rumah tangga bertajuk “Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal Choco Chips Cookies & Sagu Keju Pandan Gula Aren” di Kopi Taman Dinari, Jalan Cilangkap, Tapos, Depok, Kamis (5/3/2026).
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Uno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
Baca Juga: Kemenko Perekonomian Gelar Semarak Ramadan, Perkuat UMKM dan Kebersamaan
“Pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi emak-emak. Jadi emak-emak bisa mandiri, sambut Lebaran sambil meraup cuan,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Menurut Sandiaga, pelatihan membuat kue kering dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar menjelang Lebaran.
Permintaan terhadap produk kue kering biasanya meningkat tajam pada periode tersebut sehingga membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Momen jelang Lebaran ini bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha, kue kering misalnya karena permintaannya sedang tinggi,” ujarnya.
Pada sesi awal program, peserta dilatih membuat dua jenis kue kering, yaitu choco chips cookies serta sagu keju pandan gula aren.
Kedua menu tersebut dipilih karena bahan bakunya relatif murah, mudah diperoleh dan dapat dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.
Selain keterampilan baking, para peserta juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital, termasuk cara membuat konten promosi menggunakan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT.
Para peserta kemudian ditantang untuk langsung membuka pre-order pada hari yang sama setelah pelatihan berlangsung.
Hasilnya, tercatat 161 pesanan untuk kedua produk kue kering tersebut dengan harga jual Rp60.000 per kemasan. Dari penjualan tersebut, para peserta berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp9.660.000.
Program pelatihan ini tidak berhenti pada sesi tatap muka. Peserta juga akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu.
Dalam tahap tersebut, peserta dapat berdiskusi langsung dengan para pelatih mengenai berbagai tantangan usaha, sekaligus memperdalam keterampilan membuat konten promosi dan strategi pemasaran digital.
Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha rumahan secara berkelanjutan serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar