Usulan Trump Soal Bunga Kartu Kredit Diproyeksi Sulit Lolos Kongres AS
Kredit Foto: Istimewa
Usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit maksimal sepuluh persen menarik perhatian publik, namun dinilai sulit diwujudkan karena memerlukan persetujuan dari Kongres.
TD Cowen menyatakan bahwa pembatasan bunga kartu kredit tidak dapat dilakukan melalui perintah eksekutif, melainkan harus melalui proses legislasi di Kongres.
Baca Juga: Trump Usulkan Batas Bunga Kartu Kredit 10%
“Meski ini meningkatkan risiko headline bagi penerbit kartu kredit, kami percaya pembatasan bunga kartu hanya dapat dilakukan oleh Kongres, bukan melalui perintah eksekutif,” tulis TD Cowen, dilansir Selasa (13/1).
Mereka menambahkan bahwa peluang kebijakan tersebut lolos di tingkat federal tergolong rendah, serupa dengan berbagai upaya sebelumnya untuk menerapkan batas bunga nasional.
Sebelumnya, Trump menyerukan penerapan pembatasan bunga kartu kredit selama satu tahun di 10%. Ia menyebut hal itu akan dimulai pada 20 Januari. Namun ia tak menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan maupun cara memaksa perusahaan kartu kredit untuk mematuhinya.
Isu keterjangkauan biaya hidup kini menjadi perhatian utama menjelang pemilu paruh waktu di Negeri Paman Sam. Saat ini, rata-rata suku bunga kartu kredit dalam negara itu berada di 19,65%.
Baca Juga: Usai Venezuela, Giliran Kuba Diancam Trump
Kartu kredit merupakan pilar utama sistem pembiayaan konsumen bagi AS. Hal itu karena memberikan akses kredit yang fleksibel, namun dengan biaya bunga yang tinggi. Bagi bank dan penerbit kartu, bunga dan biaya terkait menjadi sumber pendapatan utama.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement